Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Balikpapan Krisis Air Baku, Wali Kota Samarinda: Beli Air Curah dari Kami Saja!

Dina Angelina • Rabu, 31 Juli 2024 | 21:18 WIB
CARI SOLUSI: Balikpapan Water Forum sukses berjalan pada pertemuan pertama yang berlangsung di Universitas Mulia, Rabu (31/7). (Foto: Dina/KP)
CARI SOLUSI: Balikpapan Water Forum sukses berjalan pada pertemuan pertama yang berlangsung di Universitas Mulia, Rabu (31/7). (Foto: Dina/KP)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Dalam acara Balikpapan Water Forum yang berlangsung di Ballroom Cheng Ho Universitas Mulia pada Rabu (31/7), sejumlah ahli perairan dan pemangku kepentingan membahas berbagai opsi untuk mengatasi krisis air baku di Kota Minyak.

Forum ini dihadiri oleh perwakilan dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kaltim, Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV, Indonesia Water Institute (IWI), tenaga ahli perairan, serta akademisi.

Tampil sebagai pembicara utama, Wali Kota Samarinda Andi Harun menawarkan solusi yang menarik untuk masalah air baku Balikpapan. Dia mengusulkan agar Balikpapan membeli air curah dari Samarinda sebagai solusi cepat mengatasi kekurangan air.

“Kami siap membantu dengan menyuplai air bersih dari Samarinda. Sistemnya adalah PTMB (Perumda Tirta Mahakam Balikpapan) akan membeli air curah dari kami. Kami akan menyalurkan air tersebut dan PTMB akan mengelolanya,” ujar Andi.

Menurutnya, opsi ini bisa diterapkan lebih cepat dibandingkan kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) yang memerlukan waktu dan perhitungan rumit.

Baca Juga: MAAF Balikpapan City Trans Belum Pasti Beroperasi 1 Agustus 2024, Ternyata Ini Alasannya

Rencana teknisnya, Perumda Tirta Kencana Samarinda akan membangun intake dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Harapan Baru dengan menggunakan sistem pengolahan air minum (SPAM) dari Mahakam. Pihaknya juga akan membangun jalur pipa untuk mengalirkan air hingga Balikpapan.

“Air curah akan kami sediakan, dan PDAM Balikpapan akan membeli serta mendistribusikannya kepada masyarakat. Kami memprediksi kebutuhan investasi mencapai Rp 700-800 miliar, dan bisa mencapai Rp 1 triliun termasuk jaringan pipa,” tambah Andi.

Investasi ini sebagian besar akan ditanggung oleh Samarinda, sehingga tidak membebani PTMB terlalu berat.

Penentuan tarif air akan disesuaikan dengan regulasi yang berlaku dan tidak boleh melebihi batas tarif yang diatur dalam peraturan gubernur. Andi Harun percaya bahwa kerja sama ini akan menguntungkan kedua belah pihak, meskipun mungkin ada margin kecil.

“Yang terpenting adalah mengatasi krisis air dan memberikan layanan kepada masyarakat. Ini adalah solusi yang lebih cepat dibandingkan opsi lain. Meskipun solusi jangka panjang juga penting, kami memerlukan tindakan jangka pendek yang segera,” jelasnya.

Andi Harun juga mengungkapkan keyakinannya bahwa jika kedua PDAM bisa bekerja sama, proses pembangunan konstruksi bisa dimulai dalam waktu singkat, dengan perkiraan masa kerja sekitar 1 hingga 1,5 tahun. Kapasitas dan detail teknis lainnya akan dibahas lebih lanjut antara kedua PDAM.

Dengan optimisme tinggi, Andi Harun berharap solusi ini akan efektif dalam mengatasi krisis air baku di Balikpapan dengan cara yang cepat dan efisien. (*)

Editor : Thomas Priyandoko
#samarinda #balikpapan