Saat kejadian hujan deras hingga menyebabkan banjir, Jumat (10/8). Operasional rumah pompa sempat terhambat. Dinas Pekerjaan Umum (PU) menghadapi sejumlah kendala. Seperti temuan banyak sampah yang ikut terjaring.
Kabid SDA dan Drainase Dinas PU Jen Supriyanto mengatakan, proyek rumah pompa baru saja rampung tahun ini. Pihaknya masih dalam tahap uji coba. Apalagi ini merupakan rumah pompa pertama di Balikpapan.
“Belum banyak pengalaman dan saat running, ternyata ada kendala yang harus diselesaikan dulu,” ujarnya. Kendala seperti masalah genset. Sehingga pada awal operasional hanya ada dua pompa yang menyala.
Sementara rumah pompa memiliki fasilitas empat pompa. Total kapasitas 4.000 liter per detik. Setiap pompa dengan 1.000 liter per detik. “Saat dua pompa air belum turun. Akhirnya bisa operasional empat pompa mulai sore,” sebutnya.
Jen bercerita, petugas dan rumah pompa terus bekerja hingga Jumat malam untuk menarik air ke hilir DAS Ampal. Hingga semua titik genangan air di surut. “Harapannya rumah pompa bisa mempercepat banjir surut di bagian hulu,” imbuhnya.
Keberadaan rumah pompa terutama untuk segera menurunkan debit air di kawasan Beller dan Jalan Penegak. Mengingat dari kawasan tersebut, saluran air masih kecil dan tak sesuai dengan kebutuhan.
Dia menyayangkan masih banyak temuan sampah yang turut menjadi kendala dalam operasional rumah pompa. “Kami temukan banyak sampah seperti kayu-kayu. Jadi dibuat kubus apung dan sebagainya untuk mengatasi,” ucapnya.
Jen menjelaskan, pihaknya perlu melakukan pekerjaan tambahan agar rumah pompa bisa bekerja optimal. Yakni pembuatan dinding saluran samping Hotel Zurich. “Baik kiri, kanan, depan, belakang,” ujarnya.
Sebagai informasi, rumah pompa dibangun dengan anggaran sebesar Rp 6,5 Miliar. Lalu total nilai kebutuhan empat unit pompa Rp 17 Miliar. Pemkot Balikpapan berharap keberadaan rumah pompa sebagai upaya mengatasi permasalahan banjir.
Editor : Uways Alqadrie