Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ratusan Anak Ikuti Festival Permainan Tradisional 2024, Belajar Engrang hingga Congklak

Dina Angelina • Kamis, 5 September 2024 | 09:25 WIB

PENGALAMAN BARU: Anak-anak di Balikpapan dikenalkan permainan tradisional. (Foto: Dina/KP)
PENGALAMAN BARU: Anak-anak di Balikpapan dikenalkan permainan tradisional. (Foto: Dina/KP)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Anak-anak di Kota Balikpapan selama tiga hari ini berkesempatan mengenal permainan tradisional. Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIV Kaltim Kaltara menggelar Festival Permainan Tradisional 2024.

Berlokasi di Monpera Balikpapan pada 3-5 September. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Festival Budaya Nusantara. Festival yang menyasar siswa SD ini mengajak anak-anak menyaksikan perlombaan dan aktvitias seni budaya.

Selain lomba permainan tradisional, terdapat pementasan seni dari musisi lokal dan siswa. Kepala BPK Wilayah XIV Lestari mengatakan, tujuan festival permainan anak tradisional ini terutama melestarikan tradisi nenek moyang.

Kemudian dari upaya mengenalkan warisan nenek moyang bisa memberi rasa kebanggaan anak-anak terhadap barisan budayanya. “Itu meningkatkan rasa cinta Tanah Air atau rasa memiliki terhadap budayanya sendiri,” katanya.

Baca Juga: Wali Kota Balikpapan Imbau ASN Gunakan Balikpapan City Trans Setiap Jumat

Sementara dampak ke depan, anak-anak yang memahami budaya akan mengembangkan dan memanfaatkan budaya untuk kepentingan peningkatan ekonominya. Tari meyakini, ada beragam nilai positif dari pengenalan permainan tradisional tersebut.

“Pertama menginternalisasi nilai-nilai budaya yang terkandung dalam permainan tradisional untuk jangka pendek,” sebutnya. Contohnya dalam permainan gasing, kadang berada di posisi kalah dan kadang menang.

“Itu akan membentuk kepribadian dan jiwa yang lebih tangguh untuk bersaing,” sebutnya. Sementara untuk lomba permainan tradisional, pihaknya membuat empat kategori. Di antaranya lomba gasing, engrang, bakiak, dan lari balok.

Beberapa permainan ini membutuhkan kerja sama dan sabar. Selanjutnya anak juga menghargai proses kemenangan dan sebagainya. Menurutnya hal tersebut bisa membentuk kepribadian anak-anak untuk menjadi lebih tangguh menghadapi dunia.

“Karena isunya generasi stroberi dianggap generasi yang lemah,” imbuhnya. Sehingga dengan mengajak bermain permainan tradisional, mereka tidak lagi hanya sibuk dengan gadget. Namun bisa lebih banyak berinteraksi dengan kawan secara langsung.

 

Baca Juga: Penanganan Banjir Balikpapan Butuh Rp 1,6 Triliun, Rahmad Mas'ud: Tidak Mungkin Selesai Satu Tahun

Artinya tidak seperti bermain dalam gim di gawai, anak hanya bertemu teman di dunia maya. “Tapi dengan permainan ini anak bisa berkumpul saling interaksi langsung yang menumbuhkan nilai-nilai positif,” bebernya.

Setidaknya dalam sehari, ada 400- 500 anak yang berpartisipasi dalam Festival Permainan Tradisional. Baik untuk bertanding hingga belajar mengenal permainan yang ada. Sebab pihaknya juga memberikan materi workshop.

Sehingga tidak hanya diajak bertanding saja. Namun memberi edukasi kepada anak-anak bagaimana cara memainkan permainan tradisional. Ada yang belajar engrang, congklak, lompat tali, catur tradisional, dan lainnya.

“Sebetulnya kita memberikan pembelajaran terkait nilai-nilai kompetisi yang positif dengan permainan. Jadi mereka melewatinya senang,” ujarnya. Tari menambahkan, Festival Permainan Tradisional baru digelar perdana di Kaltim.

Tidak menutup kemungkinan pada tahun depan, pihaknya menggelar kegiatan serupa di Kaltara. Jika pun kembali di Kaltim, lokasinya berada di kabupaten/kota yang berbeda. Dia berharap, pihak terkait baik pemerintah daerah dan stakeholder turut menyambut kegiatan ini.

Misalnya ingin bekerja sama atau inisiasi membuat kegiatan sendiri. Dia mengingat agar jangan hanya memandang hal ini dari sisi cara bermain saja. “Tapi internalisasi nilai-nilai leluhur budaya bangsa bisa melalui permainan,” tutupnya. (*)

Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#Permainan Tradiaional #balikpapan #permainan tradisional