KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Antrean bahan bakar minyak (BBM) masih menjadi pemandangan di Kota Balikpapan.
Pemerintah kota sebelumnya menyebutkan masalah antrean ini karena jumlah outlet penyaluran BBM yang masih sangat kurang.
Sebagai perbandingan saja dengan Samarinda yang memiliki 34 unit SPBU. Sementara Balikpapan hanya memiliki 14 unit SPBU. Padahal kebutuhan BBM antara kedua kota relatif sama.
Asisten I Tata Pemerintah Setdakot Balikpapan Zulkifli mengatakan, Pemkot Balikpapan sudah berkoordinasi Pertamina Patra Niaga sejak akhir tahun 2023 untuk mengatasi kondisi tersebut.
Pihaknya meminta Pertamina berupaya menangani secara serius penambahan SPBU di Kota Beriman. Itu disampaikan melalui surat wali kota yang ditujukan kepada Komisaris Utama Pertamina per tanggal 29 Januari.
Setidaknya Pertamina melakukan penambahan beberapa unit SPBU atau Pertashop.
“Investasinya langsung dan dikelola oleh Pertamina minimal 15 unit SPBU baru untuk penambahan pada tahap pertama,” ungkapnya.
Sebab melihat swasta kurang berminat untuk membuka bisnis SPBU atau Pertashop. Maka menjawab permintaan tersebut, Pertamina telah membuat rencana beberapa pembangunan SPBU.
Seperti 1 unit SPBU Modular di Lapangan Merdeka. Kemudian menambah 4 unit SPBU Modular yang tersebar di beberapa lokasi.
“Mulai dari Jalan Beje-Beje, Gunung Pipa, Karang Jati dan Manggar Baru,” sebutnya.
Selanjutnya 4 unit SPBU di Jalan AMD Gunung Bahagia, Jalan Beje-Beje, Jalan Sudirman Prapatan, dan Manggar.
Serta membangun 5 unit Pertashop yang berada di Manggar, Jalan Soeprapto, Lamaru, Manggar Baru, dan Sepinggan Baru.
Dia berharap, upaya ini bisa terpenuhi semua dalam waktu dekat. Baik pertambahan 5 unit SPBU Modular, 4 unit SPBU dan 5 unit Pertashop. “Semoga bisa segera mengatasi antrean panjang kendaraan pengisian BBM yang selama ini terjadi,” tandasnya. (*)
Editor : Thomas Priyandoko