KALTIMPOST.ID-Polisi Wanita (Polwan) memang dituntut memiliki ketangguhan serta cerdas dalam bertugas.
Itu ditunjukkan oleh Bripka Octiara Satya Putri, personel Direktorat Pengamanan Obyek Vital (Dit Pamobvit) Polda Kaltim.
Pekan lalu, bersama dua rekannya, saat patroli rutin di kawasan Bandara Internasional Sepinggan, Balikpapan ia mendapati antrean penumpang yang tengah check in.
Di antaranya ada laki-laki yang sedang bercakap-cakap bahasa mandarin bersama rekannya.
“Saya ketika melintas dan menyapa penumpang lain, tak sengaja mendengar mereka berbahasa mandarin,” tuturnya ditemui Kaltim Post, Selasa (10/9).
Ibu berputra dua itu, kemudian ingin melatih bahasa mandarinnya.
“Saya menyapa menggunakan bahasa mandarin. Kemudian terjadi percakapan, penumpang tersebut asal Singapura, dari Balikpapan setelah bertemu kerabatnya,” urai Okky sapaan akrab Octiara.
Laki-laki tersebut kaget dan memuji fasihnya Okky bercakap mandarin. “Kami di sini sedang patroli rutin untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di bandara,” terang polwan angkatan 38 itu.
Kemampuan berbahasa mandarin dilatihnya saat pendidikan kejuruan (dikjur) 2013.
“Kebetulan saya peringkat satu kemudian dapat beasiswa pendidikan keguruan bahasa mandarin selama empat tahun di Huaqiao University, Xiamen, Provinsi Fujian, Tiongkok mulai 2015-2019. Lulus bergelar Bachelor of Education (BEd),” tutur Alumni 2009 SMA 6 Balikpapan ini.
Mahirnya membaca, menulis dan berbahasa mandarin menjadi keahlihan khusus. Saat di luar dinas, dia pernah diminta menjadi penerjemah, juru bicara, memberikan les privat hingga saat berdinas, membantu proses penyelidikan dilakukan Reskrim.
“Yang berkesan saat patroli, misalnya ke toko cina, kemudian saya berbahasa mandarin. Tente lawan bicara saya bingung dan kaget, kok bisa. Saya jelaskan kalau saya pernah pendidikan keguruan di Tiongkok,” jelas perempuan kelahiran Balikpapan, 33 tahun lalu ini.
JAGO BELA DIRI
Sejak SD, Okky gemar mengikuti kegiatan bulu tangkis, voli, taekwondo hingga pada SMA menggeluti pencak silat.
“Alhamdulillah saya saat ini menjadi pelatih untuk persiapan kejuaraan Kapolri Cup 22 September nanti sama 1 pencak silat. Ada tujuh atlet kami dampingi, dua di antaranya polwan, dan lima polisi laki-laki. Pembina pencak silat, Kompol Kurnia,” urainya.
Menjadi anggota polisi sudah cita-cita anak kedua dari tiga bersaudara itu, mengikuti jejak ayah.
“Ayah saya polisi sudah purnawirawan, dulu dinas di Polsek Balikpapan Utara. Saya kagum dan ingin menjadi polisi sejak kecil. Lulus SMA, saya daftar, Alhamdulillah diterima,” kenangnya.
Direktur Pamobvit Polda Kaltim, Kombes Pol Didik Mulyanto menyebut, setiap hari, personelnya melakukan patroli sambang.
“Patroli di kawasan wisata, mal, bandara, terminal dan tempat berkumpulnya masyarakat. Menyapa dan memberikan imbauan kamtibmas,” jelas Didik didampingi Kasubdit Wisata, AKBP M Anhar Noor.
Menurutnya keahlian bahasa asing tentu membantu tugas polri. Di sisi lain, masyarakat, khususnya warga asing (WNA) juga menjadi nyaman dan aman ketika bercakap dengan anggota poliri.
“Kaltim menjadi IKN, tentu banyak turis yang datang. Di samping itu banyak pula pekerja asing di sejumlah perusahaan BUMN dan swasta. Saat ini ada satu personel Ditpamobvit yang tengah menempuh pendidikan keguruan bahasa Korea,” beber Didik yang pernah menjabat Kabag Ops Polresta Balikpapan ini.(*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko