KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Selain penyediaan air bersih, program Kota Kita juga bermanfaat untuk peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.
Masyarakat terlibat dalam operasional dan pemeliharaan sumur air dalam Kelurahan Gunung Sari Ulu, Balikpapan Tengah.
Ketua Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) Sumur Air Dalam Victor Simatupang menuturkan, pihaknya kini tinggal melakukan pendistribusian air ke rumah-rumah warga. Setelah ada bantuan treatment air dan pompa air.
Dalam waktu dekat, KPP ingin merapikan penampungan air atau tandon yang berada di daerah paling tinggi terlebih dahulu. Distribusi air langsung dari tandon atas ke rumah warga.
“Kita manfaatkan kontur daerah yang tinggi, air turun sendiri,” katanya.
Sehingga proses distribusi bisa lebih mudah dan hemat listrik. Victor bercerita, sebelumnya sudah ada 80 kartu keluarga (KK) yang terpasang sambungan dari sumur air dalam tersebut.
Seperti diketahui, pembangunan sumur air dalam sudah berlangsung pada 2022. Namun kondisi air belum jernih, perlu pengolahan lagi sampai dinyatakan layak bersih. Itu dibantu melalui program Kota Kita.
“Sekarang program yang baru ini ada tambahan sambungan 100 KK,” ucapnya. Sumur bisa suplai air ke empat RT. Mulai dari RT 29, RT 35, RT 37, dan RT 40. Total sekitar 1.200 – 1.600 jiwa.
KPP menargetkan distribusi air kepada masyarakat bisa dilakukan secepatnya. Kini masih dalam uji coba pompa air terus menyala 24 jam. “Kami usahakan air tidak perlu bergilir lagi. Jadi seperti sambungan PDAM. Buka keran, air mengalir,” ucapnya.
Baca Juga: Warga Gunung Sari Ulu Suka Cita Sambut Air Bersih, Tak Lagi Harus Beli dari Mobil Tangki
Ada pun kapasitas sumur air dalam ini bisa produksi mencapai 36 liter per detik. Targetnya bisa memenuhi kebutuhan 400 - 700 KK. “Ini kami kerjakan sambungan secara bertahap,” imbuhnya.
Sedangkan untuk proses pembayaran, pihaknya menyiapkan petugas yang mencatat penggunaan air setiap rumah. Warga bisa langsung membayar kepada KPP atau melalui transfer nomor rekening.
“Harga jual Rp 8.500 per kubik untuk biaya operasional dan pemeliharaan,” katanya. Dia berharap, keberadaan sumur air dalam ini memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Serta kualitas air baku terus terjaga. (*)
Editor : Thomas Priyandoko