Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

DKK Balikpapan Gandeng Unair, Beri Pendampingan Sertifikasi Halal

Dina Angelina • Selasa, 24 September 2024 | 14:14 WIB

Pendampingan sertifikasi halal oleh DKK Balikpapan dan Pusat Halal Universitas Airlangga (Unair). (Foto: Anggi Praditho/KP)
Pendampingan sertifikasi halal oleh DKK Balikpapan dan Pusat Halal Universitas Airlangga (Unair). (Foto: Anggi Praditho/KP)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Bentuk mendukung pelaku usaha di Kota Balikpapan, Dinas Kesehatan Kota (DKK) memberi pendampingan sertifikasi halal. Ini berdasarkan kerja sama antara DKK Balikpapan dan Pusat Halal Universitas Airlangga (Unair).

Ada pun pendampingan sertifikasi halal diberikan kepada produk pangan industri rumah tangga (PIRT) dan UMKM. Kegiatan ini berlangsung di Aula Balai Kota Balikpapan, Selasa (24/9).

“Tujuannya untuk menjamin produk yang beredar di pasar memiliki sertifikasi halal dan aman untuk masyarakat,” kata Kepala DKK Balikpapan Alwiati. Total pendampingan sertifikasi halal diikuti 150 pelaku usaha.

Mereka yang dipilih mengikuti sertifikasi halal ini sebelumnya sudah mengantongi izin PIRT. Alwi menjelaskan, ada tahapan yang dilalui oleh pelaku usaha. Pertama produsen sudah mendapat pelatihan Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP).

Baca Juga: Menuju Masa Kampanye, Seluruh Paslon di Kaltim Deklarasi Damai Pilkada 2024

“Semua ada rangkaian dari PIRT, PKP, hingga sertifikasi halal,” tuturnya. Sertifikasi halal dan pendampingan yang diberikan gratis. Harapannya dengan mengantongi sertifikasi halal, produk bisa dipasarkan lebih luas secara global.

“Produk jadi punya nilai lebih dan meningkatkan ekonomi,” ucapnya. Ia menambahkan, kerja sama dengan Universitas Airlangga ini berlangsung selama tiga tahun. Tidak menutup kemungkinan akan terus berlanjut.

Teknisnya Unair akan datang dan meninjau tempat produksi pelaku usaha. Selain itu, pihaknya juga melatih 38 orang sebagai pendamping sertifikasi halal. DKK Balikpapan bekerja sama dengan Ikatan Apoteker Indonesia Balikpapan.

“Mereka menjadi kader yang melakukan pembinaan di lapangan,” ujarnya. Sertifikasi halal nantinya tidak hanya untuk produk. Targetnya bisa menjangkau rumah potong unggas (RPU). Sehingga bisa memastikan proses penyembelihan sesuai syariat. (*)

Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#sertifikasi halal #Dinas Kesehatan Balikpapan #umkm