Peralatan ini dibagikan sebagai upaya dalam memperhatikan kesehatan dan kebersihan para warga binaan.
Kepala Rutan Kelas IIA Balikpapan Agus Salim mengatakan, kegiatan pembagian peralatan mandi sebagai langkah positif untuk memenuhi kebutuhan dasar warga binaan yang sedang menjalani masa tahanan.
“Kami membagikan 1.185 paket peralatan mandi mulai dari sabun, sampo, odol, sikat gigi, dan sabun cuci,” ucapnya kepada Kaltim Post.
Menurut Agus Salim, pendistribusian paket peralatan mandi memang sudah menjadi program rutin setiap dua kali dalam satu tahun yang dilakukan Rutan Balikpapan. Tentunya, kegiatan ini juga dianggarkan langsung dari pusat.
“Jadi kami mengusulkan dulu anggaran ke pusat. Dari anggaran tersebut digunakan untuk pendistribusian perlengkapan mandi kepada warga binaan,” ujarnya.
Dia menerangkan, selain inisiatif untuk membagikan peralatan mandi. “Kami biasanya juga memberikan baju sehari-hari dan baju muslim kepada warga binaan,” ucap Agus Salim.
Dikatakannya, langkah yang dilakukan Rutan Balikpapan untuk bisa memastikan warga binaan bisa terus menjaga kesehatan dan kebersihan.
Kemudian juga untuk mencegah terjadinya penyakit menular terhadap warga binaan selama berada dibalik jeruji besi.
Dari aspek kecil ini tentu sangat berguna untuk meningkatkan kesadaran warga binaan terkait pentingnya menjaga kebersihan diri.
Hal itu harus diperhatikan, guna mendukung proses rehabilitasi warga binaan untuk menjadi lebih baik.
Selain itu, Agus Salim menuturkan, tidak semua warga binaan memilik uang bahkan ada yang tidak dikunjungi pihak keluarganya.
“Maka kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian kita kepada warga binaan,” tuturnya. Kemudian, Rutan Balikpapan juga melarang pihak keluarga saat berkunjung membawa alat-alat mandi.
Itu dilakukan, kata Agus Salim, untuk mencegah terjadinya penyeludupan barang terlarang dari odol, sabun, dan sejenisnya.
Akibat pernah terjadi pengeludupan itu, Rutan Balikpapan melarangnya. Sebab, ketika diberikan kesempatan beberapa dari pihak yang mengunjungi warga binaan ada yang memanfaatkannya untuk menyeludupkan barang terlarang.
“Makanya kami tidak memperbolehkan pihak keluarga untuk membawa (peralatan mandi) dari luar sehingga dapat mencegah sesuatu yang tidak diinginkan,” ucapnya.
Kendati demikian, kata Agus Salim, Rutan Balikpapan telah menyediakan koperasi dan biasanya warga binaan juga membeli disitu. (*)
Editor : Almasrifah