Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kucing Liar di Pasar Klandasan Divaksin Rabies dan Dikebiri

Ismet Rifani • Minggu, 13 Oktober 2024 | 20:14 WIB

Photo
Photo
AWAS CAKARNYA!: Kucing liar di Pasar Klandasan disuntik rabies untuk memastikan mereka bisa hidup sehat meski tak bertuan seperti kucing rumahan.

 

Si Belang mencoba berontak dan mencakar. Tapi Normalia dan Windi, dua dokter hewan itu bukan lawan sepadan, saat kaki dan kepala si belang dicengkeram kuat. Lalu suntikan pembius masuk lembut ke pembuluh, kucing pun siap dioperasi.

 

DUA belas dokter hewan berkumpul di parkiran Pasar Klandasan, pagi kemarin. Lengkap dengan suntikan dan cairan  pembius, pisau bedah, juga meja operasi. Pemandangan yang tak lazim di sebuah pasar.

Para dokter itu ternyata punya urusan serius dengan puluhan kucing liar di pasar ini. Beberapa tahun lalu urusan ini sudah dimulai. Rupanya belum kelar. Kemarin, hal yang sama kembali dilakukan.

Puluhan kucing jantan liar "penguasa" lapak ikan dan daging divaksin rabies, dan dikebiri sebelum kembali dilepaskan.

"Ini untuk mengontrol populasi kucing liar yang berkeliaran di pasar," beber Joko Suseno, ketua Forum Komunikasi Dokter Hewan Praktisi Balikpapan, forum yang pagi kemarin mengadakan bakti sosial tersebut. Setelah dilepas, kucing masih akan dipantau untuk memastikan kesehatan pascaoperasi.

Mengapa harus di pasar? Joko menyebut, kucing liar yang tak divaksin berpotensi mengidap zoonosis, penyakit pada hewan yang bisa menulari manusia. Misalnya toksoplasma dan rabies. Atas alasan tersebutlah, forum ini berurusan dengan hewan karnivora ini.

Forum Komunikasi Dokter Hewan Praktisi Balikpapan telah berkali-kali menggelar kegiatan serupa. Terakhir pada 2017. Saat itu kucing yang divaksin dan dikebiri sekitar 50 ekor. Kali ini  20 ekor lebih. Trennya turun. Menurut Joko ini tren baik. "Dulu tak susah mencari kucing liar di pasar. Jumlahnya membeludak.  Kini kuota kami sebenarnya 30 ekor, yang kami temukan tak sampai segitu," kata pria yang juga owner Jose Vet, klinik hewan yang populer di Kota Minyak.

Cetar, salah satu dokter hewan yang terlibat kemarin menambahkan, bila tak dikontrol, perkembangbiakan kucing di pasar semakin meningkat.

Dalam usia 8-12 bulan, kucing sudah bisa bereproduksi. Sekali beranak bisa 3, 4, atau 5 sekaligus. Setahun kucing bisa beranak 2 kali. Kucing punya usia reproduksi hingga 8 tahun. Bila tak dikontrol, jumlah mereka akan semakin memenuhi lorong-lorong pasar.

Selain di Pasar Klandasan, ke depan hal sama direncanakan digelar di Pasar Pandansari, pasar terbesar di Balikpapan. "Dulu pernah di Pasar Sepinggan juga" kata Joko.

Selain kucing, kegiatan  seperti ini juga tak menutup kemungkinan mengarah kepada hewan lain yang bersentuhan dengan manusia. Lazimnya adalah anjing. Lembaga ini menurut Joko membuka diri. Misalnya warga bisa mengusulkan mana kawasan yang terdapat anjing liar dalam jumlah cukup banyak.

Anjing seperti juga kucing berpotensi mengidap virus rabies, menularkan virus tersebut ke manusia lewat gigitan.

Berbeda dengan kucing, anjing yang bertuan biasanya dikerangkeng, dirantai atau dibatasi geraknya di wilayah rumah saja. Sementara kucing, meski bertuan, kerap keluar rumah, terutama saat masa berahi untuk mencari pasangan. Persentuhan dengan kucing liar, khususnya yang tak sehat sangat mungkin terjadi.

Karena itu, katanya, vaksinasi kucing liar secara tak langsung juga menjaga agar kucing bertuan tak tertulari virus.

Bagaimana jika virusnya ternyata justru ada di kucing peliharaan. "Kalau kasusnya begitu, temui kami di klinik hewan," seloroh alumni UGM ini.

Secara umum bakti sosial kemarin diikuti oleh sejumlah dokter hewan dari berbagai klinik hewan. Semisal Ratna, Kama dan Windi. Ada juga Totok dan Khalda, Agung Widi Tri Retno dan Bram, serta Normalia Elizabeth dari Dianmalia. (ms)

 

 

 

 

 

Editor : Ismet Rifani
#Dokter Hewan Praktisi Balikpapan #bakti sosial #Joko Suseno