KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Menuju triwulan terakhir 2024, pendapatan asli daerah (PAD) dari objek wisata Manggar sudah mendekati target.
Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan berharap selama Desember lonjakan pengunjung ke pantai masih tinggi.
Kepala Disporapar Balikpapan Cokorda Ratih Kusuma mengatakan, tahun ini target pendapatan dari Pantai Manggar sebesar Rp 6 miliar. Sementara kini realisasi pendapatan sudah tercapai sekitar 80-90 persen.
“Apalagi sepanjang Desember biasanya nanti kunjungan melonjak,” katanya.
Dia optimistis, jumlah pendapatan tahun ini bisa kembali melebihi target. Seiring itu, Disporapar melengkapi fasilitas di kawasan wisata andalan tersebut.
Misalnya pembangunan toilet, menara tower, dan penataan kawasan area pedagang. Sedangkan untuk penanganan abrasi sudah rampung. Namun pihaknya tetap berupaya jika ada timbul abrasi ada antisipasi.
“Lebaran maupun Natal, kami buat akses satu jalur. Pintu masuk dan keluar berbeda,” imbuhnya. Itu sangat berdampak baik, kendaraan tidak terlalu macet, dan efektif bagi mengatur arus lalu lintas di Pantai Manggar.
Baca Juga: Disporapar Balikpapan Gencarkan Sosialisasi Agar Masyarakt Gemar Olahraga
Disporapar juga menambah toa yang efektif sebagai media. Total ada 15 titik di sepanjang pantai. Pengelola lewat toa bisa mengimbau pengunjung untuk selalu menjaga anak, kebersihan, dan barang-barang tidak ada yang tertinggal.
“Cara ini terbukti sangat berpengaruh,” imbuhnya. Termasuk mengontrol pedagang dengan memasang spanduk agar menjual barang tetap dengan harga standar. Sejauh ini, tak ada lagi keluhan tentang harga makanan yang fantastis.
“Tetap petugas kami harus keliling ngecek, jangan sampai ada kecolongan,” ucapnya. Selain soal pendapatan, pihaknya berfokus pada branding Pantai Manggar sebagai upaya meningkatkan kunjungan.
Ini menyesuaikan segmentasi dan kebutuhan pengunjung Pantai Manggar. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, atau orangtua. Kemudian ada kebutuhan kumpul untuk keluarga, outbound, instansi, dan sebagainya.
“Ada yang bersih-bersih pantai, pengajian, dan lainnya. Semua menjadi evaluasi kami,” tuturnya. Disporapar mengatur berbagai agenda agar tetap bisa berjalan di Pantai Manggar. Sehingga tidak saling mengganggu dengan pengunjung lainnya. (*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko