KALTIMPOST.ID, Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan berencana mengkaji ulang rute angkutan kota (angkot) di Balikpapan untuk mengatasi kepadatan lalu lintas sekaligus meningkatkan akses transportasi di wilayah terpencil. Kepala Bidang Angkutan Dishub Balikpapan, Suparli menjelaskan hal tersebut dalam talkshow bersama Radio KPFM Balikpapan, Selasa (12/11).
“Urgensi re-routing angkot yang bertujuan menyesuaikan kondisi wilayah Balikpapan yang sebagian besar berbukit dan memiliki keterbatasan rute jalan. Kita bicara re-routing bukan hanya untuk saat ini, tapi juga untuk menghadapi kondisi lima tahun ke depan. Transportasi umum harus mampu menjangkau daerah-daerah yang selama ini belum terlayani,” ujar Suparli.
Balikpapan, dengan luas sekitar 503 kilometer persegi dan populasi mencapai 738 ribu jiwa, memang memiliki tantangan tersendiri dalam hal transportasi. “Jalan kita itu-itu saja, tidak berubah. Mutar-mutar di situ-situ saja,” ujar Suparli.
Ia mengungkapkan bahwa tujuh trayek angkot saat ini hanya melintasi jalur utama, dan ini perlu dievaluasi agar bisa menjangkau kawasan yang lebih luas. Konsep utama dalam rencana ini adalah sistem "feeder" atau pengumpan, di mana angkot menjadi moda transportasi yang menghubungkan daerah-daerah permukiman dengan jalur utama.
“Feeder bertujuan untuk melayani bagian kota yang berada di luar jangkauan transportasi umum. Misalnya, daerah seperti Gunung Pasir, Telaga Sari, dan Pasar Baru di Jalan Gajah Mada,” jelasnya.
Melalui sistem ini, masyarakat di wilayah terpencil atau pinggiran kota dapat lebih mudah mengakses transportasi umum. Selain untuk meningkatkan aksesibilitas, re-routing ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang menjadi salah satu penyebab utama kemacetan.
"Kalau kita bisa mengoptimalkan transportasi umum, ini bisa mengurangi kendaraan pribadi dan menarik minat masyarakat untuk lebih bijak memilih moda transportasi," ucap Suparli.
Dishub akan melibatkan pakar transportasi untuk menyusun trayek yang efektif, dengan mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, serta hasil dari survei dan observasi lapangan. “Proses ini membutuhkan waktu, pengkajian, survei, dan observasi. Kita tidak bisa asal menetapkan trayek baru tanpa memahami berbagai aspek pendukungnya,” tambahnya.
Selain mendukung mobilitas masyarakat, rencana ini juga bertujuan untuk mendorong ekonomi lokal dengan membuka akses yang lebih luas ke pusat kota dan berbagai fasilitasnya.
“Kami ingin memberikan akses yang lebih baik kepada masyarakat di wilayah terpencil untuk menghubungkan mereka dengan pusat kota. Dengan transportasi umum yang lebih terjangkau, kita juga membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” jelas Suparli.
Dengan kajian mendalam dan uji coba yang cepat, Dishub berharap masyarakat Balikpapan dapat segera merasakan manfaat dari sistem transportasi yang lebih terintegrasi dan nyaman ini. (pms/kpg/rdh)
Editor : Muhammad Ridhuan