Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

RSKD Balikpapan Lakukan Simulasi Kebakaran, Tingkatkan Kesiagaan Dalam Situasi Darurat

Syahrul Ramadan • Rabu, 4 Desember 2024 | 16:45 WIB
SIMULASI : Pihak RSKD tingkatkan kesiapsiagaan karyawan melalui simulasi kebakaran.
SIMULASI : Pihak RSKD tingkatkan kesiapsiagaan karyawan melalui simulasi kebakaran.

 BALIKPAPAN — Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran, Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan mengadakan simulasi kebakaran pada Rabu (4/12). Kegiatan ini diikuti puluhan staf dan karyawan, untuk bisa tanggap dalam menghadapi situasi darurat.

Simulasi kebakaran didampingi langsung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Balikpapan. Dalam praktiknya, simulasi dimulai dengan membuat skenario kebakaran di salah satu gedung H. Imdad Hamid lantai dua.

Alarm kebakaran berbunyi, menandai dimulainya evakuasi. Tim tanggap darurat rumah sakit dengan sigap mengarahkan dan membawa pasien serta pengunjung ke titik kumpul yang telah ditentukan.

Sementara itu, karyawan berupaya melakukan upaya pemadaman api dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dan Hydran. Sampai akhirnya, tim pemadam kebakaran langsung dikerahkan untuk membantu memadamkan kobaran api agar tidak meluas.

Direktur RSUD DR Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan dr Edy Iskandar, mengatakan tujuan simulasi kebakaran dilakukan untuk menjaga keselamatan kerja dan pasien, jika terjadi situasi darurat. “Jadi kita meminta Instalasi K3 Rumah Sakit (K3RS) untuk menyediakan program penanggulangan kebakaran,” ucapnya.

Menurutnya, kala itu gudang RSKD pernah terbakar namun secara kesiapan dari karyawan dapat dikatakan belum siap dalam melakukan penanggulangan kejadian tersebut. Maka simulasi kebakaran ini, sebagai dorongan supaya karyawan atau staf bisa lebih sigap dalam menghadapi situasi darurat.

“Apalagi saat ini gedung-gedung RSKD rata-raya vertikal atau bertingkat. Jadi tetap ada resiko terjadinya kebakaran, maka kita akan memprogramkan simulasi kebakaran secara rutin,” ungkap Edy.

Dikatakannya, program akan dilakukan per dua bulan atau tiga bulan sekali. Sehingga bisa lebih sigap dalam mengatasi kejadian-kejadian yang tidak terduga.

Eddy menjelaskan, mengapa ini penting dilakukan karena Rumah Sakit ada banyak pasien yang kondisinya tidak sehat. Artinya proses penyelamatan pasti harus dilakukan dengan cepat.

“Kalau kita di rumah sakit ini orang yang sakit, jadi ada yang berbaring ada yang tidak bisa jalan, ada yang koma dan lain sebagainya,” tuturnya. Karena itu, penting sekiranya untuk terus melakukan simulasi pelatihan dengan rutin.

 

Jadi nanti semua gedung di RSKD akan rutin di lakukan simulasi seperti ini. Supaya semua karyawan lebih sigap dan tidak lalai.

“Karena kita kadang-kadang lalai, terlalu terlena sebab merasa aman. Sehingga saat kejadian semunya langsung panik,” sebutnya.

Eddy berharap melalui simulasi bisa memberikan kesiapan terhadap karyawan RSKD Balikpapan dalam menghadapi situasi darurat dan tidak panik. Ia juga menilai evaluasi dari simulasi kebakaran tersebut.

“Jadi evaluasi ini kita harus memiliki keterampilan dalam mematikan kobaran api,” tutur Edy. Kemudian, dia menggandeng BPBD Balikpapan dalam mendampingi tim RS/KD agar melakukan penanggulangan kebakaran bisa sesuai SOP yang berlaku. (*)

 

 

Editor : Indra Nuswantoro