Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Siswa Tampilkan Karya Inovasi dan Teknologi, Ciptakan Energi Listrik dari Panel Surya dan Kincir Air

Dina Angelina • Kamis, 19 Desember 2024 | 17:58 WIB

Photo
Photo
INOVATIF: Siswa usai menjelaskan kepada tim penilai tentang konversi energi terbarukan dari tenaga kincir air menjadi listrik. Ini ditampilkan dalam pameran karya inovasi dan teknologi SMA 2 Balikpapan.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Siswa mempraktikkan langsung hasil pelajaran yang diambil teori fisika. Khususnya bagaimana menciptakan energi terbarukan. Itu ditampilkan dalam karya inovasi dan teknologi SMA 2 Balikpapan, Kamis (19/12). Salah satunya hasil karya siswa kelas XI-5, konversi energi dari panel surya menghasilkan listrik ke stop kontak. Ini bisa digunakan untuk mengisi daya handphone dan menyalakan kipas angin.

Perwakilan siswa Hamka Zulqana Albihar mengatakan, proses awal energi matahari ditangkap panel surya. Lalu membutuhkan modul penaik tegangan atau DC step up boost converter yang berfungsi menaikkan volt.

“Selanjutnya energi ditampung ke aki, lanjut ke inverter AC to DC mengalirkan listrik kecil ke besar hingga aliran listrik ke stop kontak,” ungkapnya. Dia menunjukkan listrik bisa menyala mengisi daya handphone dan kipas angin dengan kekuatan 20 volt.

Kemudian mereka memasang alat indikator berupa solar charge controller. Tujuannya mengetahui jumlah tegangan listrik. “Sehingga kita bisa mengetahui alat bekerja atau tidak,” tuturnya.

Sementara Kelas XI-1 membuat water turbine flow. Konversi energi terbarukan dari tenaga kincir air untuk menghasilkan listrik. Perwakilan siswa Asaha Dewa mengatakan, mereka memanfaatkan sumber energi yang berasal dari tenaga kincir air.

“Itu menghasilkan aliran listrik dan mampu menyalakan lampu,” sebutnya. Plt Kepala SMA 2 Balikpapan Yula Irawati menambahkan, ini pameran karya inovasi dan teknoligi yang berkaitan dengan energi.

“Ada kincir air dan panel surya yang menghasilkan listrik, penjernih air, dan sebagainya,” tuturnya. Ini juga merupakan implementasi dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Khususnya bidang rekayasa dan teknologi.

“Kreativitas siswa dalam menjabarkan konsep fisika. Jika dalam presentasi siswa bisa menjelaskan berarti mereka berhasil,” sebutnya. Karya inovasi ini dinilai oleh guru musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) SMA Balikpapan dan guru pembimbing fisika. (*)

Editor : Ismet Rifani
#SMA 2 Balikpapan #siswa inovatif