Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Puluhan Korban Laporkan Dugaan Penipuan Pengembang Perumahan Griya Rudina Asri ke Polresta Balikpapan

Syahrul Ramadan • Jumat, 10 Januari 2025 | 19:46 WIB
ANTRI: Puluhan korban laporkan dugaan penipuan perumahan ke Polresta Balikpapan. (FOTO: SYAHRUL/KP).
ANTRI: Puluhan korban laporkan dugaan penipuan perumahan ke Polresta Balikpapan. (FOTO: SYAHRUL/KP).

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Puluhan warga yang jadi korban dugaan penipuan dari pengembang perumahan Griya Rudina Asri (GRA) PT Pahala Investama Energi, berbondong-bondong datang membuat laporan ke Polresta Balikpapan, pada Jumat (10/1).

Salah satu korban, Sugiarti, menyatakan bahwa dirinya bersama sejumlah warga lain yang juga menjadi korban tindakan oknum pengembang perumahan datang untuk mencari keadilan. Dengan melaporkan terduga pelaku Pangeran Chani kepada pihak berwajib di Polresta Balikpapan.

“Saya sendiri merasa dirugikan karena sudah bayar uang sebesar Rp 260 juta, tapi sampai saat ini bangunan rumah, belum dibangun,” sesalnya saat ditemui di Markas Polresta Balikpapan.

Dikatakannya, pasca pembayaran pihak perumahan menjanjikan satu bulan setelah pembayaran rumah sudah jadi dan akan diberikan kepadanya. Lanjut, bahwa pembayaran itu, sudah dilakukan secara cash pada Oktober 2023.

Artinya, perumahan yang dijanjikan sudah lama, tapi tidak kunjung ada. “Sampai satu tahun lebih belum ada juga (bangunan rumahnya),” geramnya.

Sugiarti menerangkan, untuk lokasi perumahan yang dijanjikan oleh oknum pengembang yaitu di kawasan Karang Joang Km 10, Balikpapan Utara.

Dia sudah mencoba meminta kepastian terkait rumah yang sudah lebih dulu dibayar kepada pihak pengembang perumahan. Namun, Pangeran Chani selalu beralasan ketika ditanyakan soal kepastian tersebut.

Belum adanya pembangunan rumah itu, Sugiarti menyebut, kata developer terkait akses jalan. “Sebenarnya bisa kendaraan kecil bisa masuk situ, tapi ya gak tau dari sananya (pengembang perumahan),” ungkapnya.

Di satu sisi, ia juga menyatakan kalau lokasi sudah sesuai, hanya saja ukuran tanahnya berbeda. Terkait ini Sugiarti sudah mencoba mengkomunikasikan kepada pihak developer.

“Kami dijanjikan untuk melakukan pengukuran rumah, sebab kami merasa ukuran tanahnya berbeda ya kan. Kalau semisal dilakukan pengukuran luas tanah masih juga berbeda kami akan minta pengembalian dana (refund),” sebutnya.

Sugiarti memaparkan, kalau pihak dari pengembang menyebut sudah sesuai ukuran tanahnya. “Katanya sih sudah sesuai makanya kami diajak untuk ukur ulang tapi apa yang diomongkannya sampai saat ini belum ada janji pengukuran ulang itu (tanah),” bebernya.

Editor : Uways Alqadrie
#Properti Balikpapan #Perumahan Griya Rudina Asri Balikpapan #polresta balikpapan