KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Sepeda motor dengan knalpot tidak standar atau brong terjaring razia polisi di kawasan Taman Tiga Generasi Balikpapan Selatan dan Grand City Balikpapan Utara, Jumat (10/1). Razia dilakukan lantaran suara bising dari kendaraan membuat resah masyarakat.
Kasat Sabhara Polresta Balikpapan AKP M Chusen mengatakan, razia knalpot brong terus dilakukan untuk menjaga kondusivitas dan ketertiban di Balikpapan.
Penertiban yang dilakukan kali ini, sudah berlangsung sejak siang. Saat siang hari, pihaknya menerima laporan ada sejumlah pelajar yang melakukan balapan liar di Taman Tiga Generasi Balikpapan.
“Jadi kami mendapat informasi dari warga, bahwa setelah Shalat Jumat itu, anak-anak sekolah pada ngumpul di Taman Tiga Generasi. Kemudian, Tim 110 merapat menuju lokasi,” ucap Chusen.
Setibanya, di kawasan itu Tim Patroli Perintis Presisi bergerak cepat untuk melakukan tindakan. “Kami berhasil mengamankan sekitar 22 kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot brong,” ungkapnya.
Karena kendaraan rata-rata merupakan milik para pelajar, di situ ia memberikan edukasi terkait larangan penggunaan knalpot tidak standar.
“Kami amankan dan kami sarankan untuk kita suruh ganti yang knalpot standar. Kebetulan tadi pelakunya banyak anak-anak sekolah di bawah umur dan orang tua mereka, kami panggil untuk diberikan pengertian atau nasihat bahwa penggunaan brong tidak baik untuk digunakan,” papar Chusen.
Usai dari situ razia knalpot bising ini, kembali berlanjut pada malam sekitar pukul 11.00 Wita. Dari pantauan Kaltim Post, puluhan motor terjaring dalam operasi tersebut.
Pengguna kendaraan hanya pasrah dan menerima konsekuensi lantaran mengaku bersalah atas knalpot yang digunakannya tidak standar.
“Giat malam ini kami sasarannya di Grand City Balikpapan dan alhamdulillah berhasil mengamankan sekitar 30 unit kendaraan yang menggunakan knalpot brong,” sebut Chusen usai razia dini hari.
Chusen menyatakan, razia knalpot brong yang dilakukan pada siang dan malam. “Jadi total mulai siang sampai malam ini sekitar 52 kendaraan yang terjaring,” ungkapnya.
Dia menerangkan, pola yang diterapkan tetap sama, jadi setiap pengguna knalpot yang terjaring akan disuruh mengganti knalpotnya menjadi standar. “kami juga memberikan edukasi, kemudian kita suruh ganti knalpot yang standar,” terangnya. (*)
Editor : Almasrifah