Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Tiga Ormas di Balikpapan Tolak Kehadiran GRIB, Ini yang Menjadi Tujuan Aksi dan Kekhawatiran ke Depan

Thomas Dwi Priyandoko • Rabu, 22 Januari 2025 | 16:06 WIB
Ratusan massa dari tiga ormas di Balikpapan yang menolak kehadiran GRIB. (Foto: Tangkapan layar)
Ratusan massa dari tiga ormas di Balikpapan yang menolak kehadiran GRIB. (Foto: Tangkapan layar)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Tiga organisasi masyarakat (Ormas) di Balikpapan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Balikpapan pada Rabu (22/1/2025).

Aksi ini dilakukan untuk menyampaikan penolakan terhadap kehadiran organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) di wilayah Kalimantan Timur, khususnya Kota Balikpapan.

Ketiga Ormas tersebut adalah Gepak Kuning, Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan Timur (LPADKT), dan Baladika.

Dengan melibatkan massa yang berjumlah ratusan orang, mereka membawa sejumlah spanduk dan menyampaikan aspirasi mereka melalui orasi di depan Gedung DPRD.

Dalam pernyataan sikapnya, Forum Tiga Ormas menyampaikan lima poin utama, yaitu menolak kehadiran GRIB Jaya di Kalimantan Timur, mendesak DPRD dan pemerintah setempat untuk tidak memberikan izin keberadaan GRIB Jaya.

Selain itu, mereka serta meminta aparat penegak hukum untuk tidak mengeluarkan izin atau legalitas apapun kepada GRIB Jaya.

Mereka juga menegaskan kesiapan untuk mengambil langkah sendiri jika aparat hukum tidak bertindak dan mengajak masyarakat Kaltim untuk bersolidaritas menolak kehadiran GRIB Jaya.

Ketua Komisi I DPRD Balikpapan, Danang Eko Susanto, menerima perwakilan dari para demonstran dan berjanji akan meneruskan aspirasi mereka kepada pimpinan DPRD Balikpapan, Pemerintah Kota Balikpapan, DPRD Provinsi, hingga DPR RI.

Danang menjelaskan bahwa alasan penolakan tersebut didasarkan pada kekhawatiran terhadap potensi gesekan yang dapat terjadi antara ormas nasional dengan ormas lokal.

Sementara itu, Ketua Umum Gepak Kuning, Suriansyah, menyatakan bahwa aksi ini bertujuan untuk menjaga ketertiban di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Kami turun hari ini karena sepakat menolak GRIB di Balikpapan. Di Kaltim, mereka sudah mendapatkan SKT (Surat Keterangan Terdaftar) dan telah bertemu dengan Polda Kaltim. Namun, kami harus memastikan GRIB tidak hadir di Balikpapan karena berpotensi menimbulkan konflik dengan Ormas lokal," kata Suriansyah.(*)

Editor : Thomas Priyandoko