KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Presiden Prabowo Subianto meminta pengaktifkan kembali pengecer dalam penjualan elpiji 3 kilogram. Kebijakan itu diambil lantaran masyarakat mulai kesulitan mendapatkan tabung gas bersubsidi tersebut.
Meski begitu, warga Balikpapan diminta untuk tidak membeli elpiji 3 kg di luar jalur distribusi resmi. Mengingat selama ini, kelangkaan gas melon disinyalir akibat distribusi yang tidak merata.
Baca Juga: Mulai Langka, Ini Cara Tepat agar Gas Awet meski Dipakai Sering Memasak, Hemat Pemakaian!
“Ini dampak pengecer yang menjual elpiji bersubsidi. Sehingga program subsidi tidak tepat sasaran,” kata Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan Haemusri Umar.
Dia mengingatkan, masyarakat yang tidak masuk dalam kategori berhak mendapatkan subsidi juga paham dengan aturan. Bagaimana mereka bisa bijak dan tidak ikut berebut kuota subsidi.
“Saat ini pemerintah berusaha untuk memperbaiki kondisi tersebut dan memastikan elpiji bersubsidi sampai ke tangan yang berhak,” bebernya. Pihaknya akan terus monitor perkembangan pemberlakuan kebijakan subsidi yang tepat.
Misalnya dengan berkoordinasi dengan pihak terkait. Di antaranya Pertamina Patra Niaga, aparat penegak hukum, pemerintah pusat, maupun provinsi.
“Harapannya bisa segera memperbaiki distribusi,” ucapnya. Koordinasi bisa berlangsung dalam waktu dekat. Misalnya rapat atau pertemuan antarpihak untuk kajian solusi jangka panjang dan pendek.
Baca Juga: Ada 165 Peserta Ingin Lolos Seleksi Sekolah Inspektur Polisi
“Kami berharap peran aktif masyarakat agar terlibat melaporkan jika terdapat penyalahgunaan atau kelangkaan yang terjadi di wilayahnya,” ungkapnya. Apabila menemukan adanya praktik distribusi yang tidak sesuai aturan.
Kemudian jika perkembangan lebih lanjut, Dinas Perdagangan Balikpapan bersama pihak terkait akan terus menyebarkan informasi. Terutama langkah-langkah yang diambil untuk masyarakat. (*)
Editor : Ery Supriyadi