Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ini yang Dilakukan Camat Balikpapan Tengah Gelar untuk Menurunkan Stunting di Balikpapan

Supriyono Lupus • Rabu, 26 Februari 2025 | 19:48 WIB
SOSIALISASI: Agung Budi Wibowo (kanan) memberikan bantuan makanan tambahan kepada peserta yang hadir. (LUPUS/KP)
SOSIALISASI: Agung Budi Wibowo (kanan) memberikan bantuan makanan tambahan kepada peserta yang hadir. (LUPUS/KP)

KALTIMPOST.ID-Dalam menurunkan angka stunting, Kecamatan Balikpapan Tengah menggelar berbagai kegiatan. Salah satunya sosialisasi gizi anak yang bertema Percepatan Penurunan Stunting di Hotel Pacific Balikpapan, Rabu (26/2).

Dihadiri sebanyak 50 ibu yang memiliki anak usia balita di Balikpapan Tengah. Peserta juga diberikan edukasi mengenai pentingnya asupan gizi yang baik serta cara menyajikan makanan sehat di rumah.

Selain itu, dalam kegiatan itu juga dilakukan pembagian bantuan makanan tambahan berupa beras, telur, susu, dan tepung sebagai upaya mendukung pemenuhan gizi keluarga.

Camat Balikpapan Tengah Agung Budi Wibowo menyampaikan pemberian gizi yang cukup bagi anak-anak sangat penting dalam menekan angka stunting.

Ia menekankan kurangnya asupan gizi yang baik akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Yang akhirnya bisa menghambat tercapainya visi Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Diharapkan para ibu bisa memahami dan menerapkan pola makan sehat bagi anak-anak mereka. Sehingga angka stunting di Balikpapan Tengah bisa mengalami penurunan secara signifikan.

“Dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin sadar dengan pentingnya gizi yang baik untuk anak mereka. Sehingga menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas pada masa depan,” ungkap Agung.

Turut menghadirkan narasumber dr Emy Pramita Utami, Sp GK yang memberikan materi nutrisi pada anak stunting.

Selain itu, juga dijelaskan terkait rekomendasi yang dikeluarkan WHO dalam melanjutkan pemberian ASI hingga dua tahun atau lebih, diperbolehkan susu hewani murni sebagai pengganti ASI, menghindari makanan dan minuman yang tidak sehat, serta penggunaan suplemen nutrisi dan produk pangan fortifikasi jika diperlukan.

Pedoman WHO lainnya juga mengenai asupan energi dan protein untuk mengejar ketertinggalan pertumbuhan yang optimal dengan menyarankan penambahan satu porsi makan utama dengan 1-2 porsi lauk hewani.

“Untuk nutrisi yang diberikan setiap usia berbeda takarannya. Prinsip makanan anak usia 2-5 tahun adalah cukup kandungan gizi, memerhatikan kebersihan, dan cukup cairan yakni 5-7 gelas/hari. Beda umur beda isi piringnya,” sebutnya. (pus/rd)

Editor : Romdani.
#stunting #Balikpapan Tengah