BALIKPAPAN - Beberapa waktu lalu, DPRD Balikpapan sudah melakukan kunjungan ke rumah warga yang terdampak pembangunan Rumah Sakit Balikpapan Barat. Ini menanggapi surat atau aduan warga RT 16 Kelurahan Baru Ulu.
Ini dilakukan gabungan oleh Komisi III dan Komisi IV DPRD Balikpapan. Mereka bertemu dengan warga dan perwakilan kontraktor.
Anggota legislatif menyoroti kondisi rumah warga yang harus rugi karena terdampak pembangunan rumah sakit. “Ada yang mengalami retak, pagar rusak, dan sarpras jalan atau jembatan roboh,” kata Ketua Komisi IV Gasali.
Artinya ada berbagai persoalan yang muncul akibat pembangunan. Termasuk gangguan lingkungan, akses warga, dan risiko keselamatan.
Gasali menjelaskan, warga memohon ada perbaikan atas kerusakan yang timbul dari pembangunan tersebut. Pihaknya juga bertemu dengan kontraktor yang menyatakan siap bertanggung jawab.
“Ada jalan atau jembatan yang ambruk, kami usahakan cari solusi,” katanya. Sementara ini, pihaknya meminta lurah dan camat melakukan inventarisasi terlebih dulu.
Tujuannya memastikan berapa banyak warga terdampak melalui pendataan yang jelas. “Paling parah kerusakan ada jembatan runtuh. Itu masuk dari dampak pembangunan,” imbuhnya.
Dia menjelaskan, hasil mediasi antara warga dan perusahaan, pihak kontraktor akan bertanggung jawab. Nantinya ada tawaran solusi tergantung setiap kasus kerusakan. “Kami meminta kontraktor untuk segera menindaklanjuti keluhan warga,” tegasnya,
Termasuk perbaikan akses dan pengurangan dampak lingkungan. “Ada dibantu mediasi dengan Pemkot Balikpapan juga,” ucapnya. Namun untuk kepastian kapan perbaikan perlu pertemuan lebih lanjut.
Sedangkan saat ini masih pendataan kerusakan yang dialami warga. Komisi III dan Komisi IV menegaskan pembangunan rumah sakit memang penting. Asal tetap memperhatikan warga sekitar. (gel)
Editor : Muhammad Ridhuan