KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Pembangunan rumah sakit di Balikpapan menjadi perhatian serius Wali Kota Balikpapan. Khususnya pembangunan rumah sakit baru di Kecamatan Balikpapan Timur. Yang selama ini merasa kesulitan mengakses layanan rumah sakit. Karena wilayah ini jauh dari pusat kota Balikpapan.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyebut pembangunan rumah sakit umum di Kecamatan Balikpapan Timur masih terus berproses. Di mana saat ini masih dalam kegiatan penyusunan perencanaan. Yang akan melengkapi fasilitas kesehatan milik Pemkot Balikpapan ini. “Sekarang masih berproses. Akan kami pantau lagi di bulan Juni nanti. Untuk mengecek progresnya,” kata Rahmad kepada Kaltim Post belum lama ini.
Sebagai informasi, rumah sakit umum di Kecamatan Balikpapan Timur ini akan dibangun lima lantai. Di lahan seluas 5 ribu meter persegi yang berlokasi di Gang Kacang, Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur.
Rumah sakit yang direncanakan menelan anggaran sekira Rp 272 miliar ini akan berdekatan dengan Pantai Manggar Segara Sari dan Yonif Raider 600/Modang. Dibangun dengan skema pembiayaan tahun jamak atau multiyears. “Masih terus kami pantau perkembangannya,” lanjut Wali Kota Balikpapan dua periode ini.
Jasa Konsultasi Badan Usaha Konstruksi Belanja Masterplan dan DED Pembangunan RSU Balikpapan Timur ini dianggarkan Rp 2,23 miliar. Dikerjakan oleh PT. Yodya Karya (Persero) sejak September 2024.
Selain itu, ada kegiatan Jasa Konsultasi Badan Usaha Non Konstruksi, yakni Belanja AMDAL RSU Balikpapan Timur yang dikerjakan oleh PT Rumah Kutai Perencana senilai Rp 703 juta. Lelang kegiatan sudah dilaksanakan Februari 2025. Kegiatan penandatanganan kontrak telah dilaksanakan pada Maret 2025.
Selain rumah sakit umum di Balikpapan Timur, Rahmad juga memberi perhatian serius terhadap progres pembangunan rumah sakit umum di Balikpapan Barat.
Di mana Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Sayang Ibu Balikpapan direncanakan untuk diubah menjadi rumah sakit umum. Hingga April 2025 lalu, berdasarkan tinjauan DPRD Balikpapan, progres rumah sakit ini masih rendah. Baru 12,2 persen.
Padahal Rumah Sakit Umum Sayang Ibu Balikpapan ini sudah dikerjakan sejak pertengahan 2024. Dengan kegiatan Belanja Konstruksi Pembangunan RSU Sayang Ibu Balikpapan senilai Rp 106,1 miliar dengan waktu pelaksanaan 210 hari Kalender atau 7 bulan. Masa pemeliharaan 365 hari kalender.
“Kami berikan waktu sampai bulan 6. Baru kita lihat. Nanti akan dilanjutkan termin kedua kontraknya,” tegasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani