Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas menjadi tema yang diusung dalam Lomba Kelurahan Tingkat Kota Balikpapan tahun ini.
----
BALIKPAPAN - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan resmi memulai Lomba Kelurahan tingkat kota tahun 2025. Dan tema yang diusung adalah Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas.
Penyelenggaraan tersebut berlangsung selama dua hari, Rabu dan Kamis (14-15/5). Diikuti perwakilan kelurahan dari enam kecamatan di Balikpapan untuk mengevaluasi perkembangan kelurahan dalam penyelenggaraan pemerintahan dengan mengukur sejauh mana bentuk pembinaan kesejahteraan kemasyarakatan maupun tingkat perkembangan pembangunan Kelurahan.
Lomba Kelurahan 2025 diikuti Kelurahan Teritip, Gunung Bahagia, Telagasari, Graha Indah, Baru Ulu dan Kelurahan Gunung Sari Ilir. Pemaparan dilakukan di kelurahan masing-masing.
Para juri yang berkompeten di bidangnya masimg-masing menyambangi kelurahan peserta lomba secara bergantian, yang waktunya sudah diatur sedemikian rupa. Terdiri dari DP3AKB, Dinas Kesehatan, Satpol PP, BPBD, selain itu para juri lainnya berasal dari akademisi yang diwakili Uniba,TP-PKK Kota Balikpapan, DKUMKMP, DLH, Bagian Pemerintahan, Ketua Asosiasi DPD LPM Kota Balikpapan serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Balikpapan.
Pelaksanaan penilaian di hari pertama, Rabu (14/5) menyambangi Kelurahan Teritip, Kelurahan Gunung Bahagia dan Kelurahan Telaga Sari.
Dalam lomba kelurahan ini instrumen penilaian lomba meliputi Dinas Kesehatan yang menilai terkait kesehatan di Kelurahan termasuk stunting, ODF. DKPPP terkait ketahanan pangan di kelurahan, DKUMKMP adanya pemberdayaan UMKM, DLH tentang pengelolaan Sampah dan limbah serta pelestarian lingkungan.
Sedangkan BPBD tentang deteksi bencana, pengelolaan bencana serta pencegahan bencana, Satpol PP dari aspek keamanan dan ketertiban lingkungan yang ada di kelurahan, Bagian Pemerintahan menilai tentang kinerja, administrasi pemerintahan di kelurahan, DP3AKB lebih kepada pelaksanaan administrasi profil dan evaluasi kelurahan, kemiskinan, adat dan budaya. LPM menilai bagaimana pemberdayaan masyarakatnya, dan PKK pada aspek pemberdayaan kesejahteraan keluarganya serta dari sisi akademisi menilai aspek e-government, inflasi.
Mekanisme penilaiannya juga harus memperhatikan kesesuaian antara dokumen yang dikirim saat penilaian administrasi maupun pada saat pemaparan dengan kondisi riil yang ada pada kelurahan tersebut. (pus/rdh)
Editor : Muhammad Ridhuan