KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Untuk mempercepat distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan memastikan ketersediaan di masyarakat, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mengoperasikan sejumlah SPBU di Balikpapan selama 24 jam penuh.
Langkah ini diambil menyusul kedatangan suplai tambahan dari Banjarmasin dan beroperasinya kembali depot Pertamina.
"Kami aktifkan beberapa SPBU agar tetap buka 24 jam demi mencegah antrean panjang dan menjamin kelancaran distribusi,” kata Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Alexander Susilo, Selasa (20/5).
Baca Juga: Pertamina Akhirnya Akui Stok BBM Terbatas di Balikpapan, DPRD Ultimatum: Kalau Gagal, Siap Mundur!
Ia menegaskan, stok BBM di Balikpapan saat ini tersedia dan distribusi terus diawasi untuk mencegah pembelian berlebihan atau penimbunan. “Kami juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dan aparat untuk mengawasi distribusi di lapangan,” ujarnya.
Berikut daftar SPBU di Balikpapan yang beroperasi 24 jam:
- SPBU Karang Anyar (6176101)
- SPBU Sepinggan (6176102)
- SPBU MT Haryono (6176103)
- SPBU Kebun Sayur (6476105)
- SPBU Depan Majesty (6476109)
- SPBU Stalkuda (6476107)
- SPBU Km 14 (6476110)
- SPBU Km 4 (6476112)
- SPBU Modular Lapangan Merdeka
- SPBU Modular Jl. Letkol Pol. H. M. Asnawi Arbain (BJBJ)
- SPBU Karang Jati (6476127)
- SPBU Batakan (6476118)
- SPBU Grand City (6376101)
Baca Juga: Rapat Bahas Kelangkaan BBM di DPRD Balikpapan Memanas, Pertamina Merasa Terintimidasi dan Walk-Out
Alexander menambahkan, pihaknya akan terus mengevaluasi sistem distribusi agar gangguan serupa tidak terulang.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan sebelumnya. Kini kami pastikan pelayanan terus membaik,” pungkasnya.
Sementara itu dari pantauan sejak Rabu dini hari (21/05/2025) antrean panjang masih terjadi di sejumlah SPBU.
Seperti di SPBU Batakan, warga yang masih mengantre cukup banyak pada pukul 00.00 WITA.
Kemudian pada Rabu pagi ini, antrean panjang kendaraan masih terjadi di SPBU Gunung Guntur dan SPBU khusus motor di kawasan Sungai Ampal.
(*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko