BALIKPAPAN — Setelah pencarian intensif selama sehari penuh, jasad balita berusia 2,5 tahun, Muhammad Ikhsan Adi, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan terapung di kawasan Waduk Wonorejo pada Rabu pagi, sekitar pukul 07.30 WITA.
Balita tersebut sebelumnya dilaporkan hilang pada Selasa (27/5), sekitar pukul 08.30 WITA, setelah terseret arus parit dekat rumahnya di Perumahan Sosial RT 76, Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Balikpapan Utara, saat hujan deras melanda wilayah tersebut.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Balikpapan, BPBD, TNI AL, serta relawan langsung menggelar operasi pencarian sejak laporan diterima. Fokus pencarian diarahkan ke Waduk Wonorejo, mengingat aliran air dari lokasi awal kejadian bermuara ke waduk tersebut.
“Penyisiran kami lakukan setelah debit air waduk diturunkan, agar area tengah waduk bisa dijangkau. Korban akhirnya kami temukan di titik tersebut,” jelas Triyanto, personel Basarnas Balikpapan.
Proses pencarian dilakukan dengan menyisir hilir parit menggunakan perahu karet dan drone udara. Medan yang dihadapi cukup menantang, sebab korban sempat terbawa melalui saluran air sempit yang terhubung ke beberapa gorong-gorong. Hambatan seperti batu, sampah, dan akar pohon membuat evakuasi cukup sulit.
Diperkirakan, jarak antara lokasi korban jatuh hingga tempat ditemukannya jasad mencapai sekitar 600 meter.
Setelah berhasil ditemukan, jenazah langsung dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga tanpa melalui proses visum, sesuai permintaan pihak keluarga. Suasana haru mewarnai kedatangan jenazah di rumah duka, dengan warga sekitar turut hadir memberikan dukungan dan belasungkawa.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama terhadap anak-anak, ketika bermain di sekitar saluran air, khususnya saat musim hujan.
Editor : Muhammad Ridhuan