BALIKPAPAN – Cuaca ekstrem tentunya dirasakan hampir sebagian daerah, termasuk Kaltim. Pasalnya, peralihan musim hujan menuju kemarau saat ini memang tengah terjadi.
Untuk itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas I Balikpapan mengimbau masyarakat Kaltim untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Khususnya yang bertempat tinggal di wilayah potensi banjir dan longsor akibat hujan dan pasang air laut, yang masih berlangsung pada masa transisi menuju kemarau.
“Wilayah Kaltim saat ini sedang berada dalam masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Diperkirakan terjadi pada akhir Juni, dan puncaknya diprediksi Agustus sampai September. Tapi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah,” jelas Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Balikpapan Kukuh Ribudiyanto.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa kondisi hujan yang terjadi saat ini merupakan karakteristik umum pada periode peralihan musim. Meski memang frekuensi hujan mulai menurun, namun masih ada potensi hujan lokal yang bersifat intens dan merata dengan durasi yang cukup panjang. Terutama karena adanya pertemuan angin di wilayah Kaltim.
Kukuh menyebutkan, dari data BMKG, beberapa hari terakhir hujan merata dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di hampir seluruh wilayah Kaltim. Fenomena ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan secara masif.
Pertemuan angin atau konvergensi di wilayah Kaltim, lanjutnya, menyebabkan pembentukan awan hujan yang signifikan. Hal itu menyebabkan hujan berlangsung lebih lama dari biasanya.
Selain curah hujan yang masih tinggi, ia juga menyoroti potensi dampak dari fenomena air laut pasang surut yang saat ini tengah mencapai puncaknya di beberapa wilayah pesisir dan bantaran sungai besar.
“Kombinasi antara hujan dan pasang air laut ini berpotensi meningkatkan risiko banjir rob di kawasan pesisir dan dapat memperparah genangan di wilayah rawan banjir. Misalnya yang terjadi di kota Samarinda, sebagian Kutai Kartanegara (Kukar), dan sejumlah daerah di pesisir Balikpapan,” tambahnya.
Mengacu itu, ia pun mengimbau agar masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah rawan banjir dan longsor untuk terus memantau informasi cuaca dari kanal resmi BMKG dan meningkatkan kesiapsiagaan.
Dia juga berharap, warga tidak menganggap remeh kondisi cuaca saat ini.
“Meski menuju kemarau, namun intensitas hujan yang masih tinggi ditambah pasang air laut dapat memicu bencana hidrometeorologi basah,” tandas Kukuh.
Editor : Muhammad Ridhuan