KALTIMPOST.ID-Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar Seminar Ideologi Pancasila di Ballroom Hotel Novotel Balikpapan, Selasa (3/6).
Kegiatan itu untuk memperingati Hari Lahir Pancasila dan memperkuat implementasi nilai-nilai ideologi bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Forum itu mengangkat tema “Melalui Ekonomi Kita Wujudkan Ketahanan Pangan dan Kemandirian Bangsa Menuju Indonesia Raya”.
Seminar tersebut diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai elemen masyarakat dan instansi pemerintahan.
Kegiatan itu juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan daerah. Di antaranya Kepala BPIP Prof Yudian Wahyudi, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Rudy Rachmat Nugraha, Kapolda Kaltim Irjen Endar Priantoro, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kaltim dan Balikpapan.
Hadir pula pejabat dari jajaran TNI-Polri, pemerintahan daerah, tokoh agama, akademisi, dan organisasi masyarakat.
Rudy menyampaikan bahwa Pancasila adalah jati diri bangsa yang telah terbukti menjadi pemersatu dalam setiap fase sejarah Indonesia.
Dia menegaskan implementasi Pancasila pada era globalisasi dinilai penuh dengan perkembangan geopolitik.
Selain itu dinamika geostrategis dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. Di sisi lain, semakin kompleks dan berat, karena derasnya arus budaya luar juga paham-paham asing.
Maka, nilai-nilai luhur Pancasila perlu ditanamkan melalui pendekatan yang tepat, mudah dipahami, dan disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Pangdam berharap seminar itu bisa menjadi momentum untuk memperkuat literasi ideologi di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.
Sehingga mereka mampu merawat dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai benteng menghadapi dinamika geopolitik dan teknologi global.
Puncak kegiatan ditandai dengan pidato Prof Yudian Wahyudi yang menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi pemandu dalam membangun ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
Dia menjabarkan bagaimana setiap sila Pancasila memiliki relevansi langsung terhadap kebijakan pembangunan nasional yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
“Ketahanan pangan adalah pilar utama kedaulatan. Negara yang tidak mampu memberi makan rakyatnya akan mudah didikte dan kehilangan arah,” tegasnya.
Yudian menekankan bahwa kemandirian ekonomi bukan berarti tertutup dari dunia luar. Tetapi mengutamakan potensi dalam negeri dengan mengangkat peran petani, nelayan, dan pelaku industri berbasis sumber daya lokal.
Dia menutup pidatonya dengan mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus mengutamakan nilai-nilai Pancasila di seluruh sektor kehidupan.
Dari pendidikan hingga kebijakan ekonomi, demi mewujudkan Indonesia Raya yang berdaulat dan berkeadilan.
Seminar itu menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya revitalisasi nilai-nilai Pancasila secara aplikatif. Terutama dalam konteks pembangunan ekonomi nasional dan ketahanan pangan. (rd)
Editor : Romdani.