KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN– Setelah meraih predikat Utama pada 2023, Kota Balikpapan kini mengejar gelar tertinggi, Paripurna dalam evaluasi Kota Layak Anak (KLA) 2025.
Penilaian yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) ini akan berlangsung secara hybrid, Kamis (12/6), menggabungkan presentasi kebijakan, dialog dengan anak, dan verifikasi lapangan di 11 titik ramah anak.
Kepala DP3AKB Balikpapan, Heria Prisni, menegaskan Balikpapan tidak hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga berkomitmen memenuhi lima klaster penilaian KLA. Kelima klaster tersebut mencakup hak sipil dan kebebasan anak, lingkungan keluarga yang mendukung, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan serta budaya ramah anak, dan perlindungan khusus bagi anak.
Ia menekankan bahwa tujuan utama bukan sekadar meraih nilai, melainkan memastikan semua kebijakan benar-benar memperhatikan kepentingan anak.
"Kami telah menyiapkan 11 lokasi utama untuk verifikasi lapangan," jelas Heria Prisni dengan antusias. "Mulai dari Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA), Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA), hingga sekolah dan puskesmas yang sudah kami modifikasi khusus untuk kebutuhan anak. Bahkan rumah ibadah pun kami pastikan memiliki fasilitas inklusif untuk anak-anak,” ucapnya.
Tak hanya itu, Pemkot juga telah menerbitkan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan KLA sebagai payung hukum yang memperkuat komitmen mereka.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menegaskan, KLA bukan sekadar ajang penghargaan, melainkan upaya berkelanjutan untuk menciptakan kota yang layak bagi generasi penerus.
"Salah satu program unggulan kami adalah Satu Taman, Satu Kecamatan,yang menjamin setiap anak punya ruang bermain aman dan berkualitas," ujarnya.
Dengan persiapan matang dan visi yang jelas, Balikpapan optimistis mampu meraih predikat Paripurna dan menjadi contoh kota ramah anak di Indonesia. (*)
Editor : Ismet Rifani