Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Viral Lagi, Pengujung Pantai Manggar Segara Sari Balikpapan “Dipaksa” Sewa Terpal

Dina Angelina • Selasa, 1 Juli 2025 | 09:48 WIB

 

Pengunjung Pantai Manggar kembali mengeluh area pantai yang dipenuhi terpal sewaan dari pedagang.
Pengunjung Pantai Manggar kembali mengeluh area pantai yang dipenuhi terpal sewaan dari pedagang.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pantai Manggar Segara Sari Balikpapan kini viral lagi dengan keluhan wisatawan. Sebelumnya terkait jajanan makanan dengan harga tak masuk akal. Teranyar, wisatawan protes karena area pantai penuh dengan lapak pedagang yang menyewakan terpal.

Pengalaman ini tak dialami sedikit pengunjung. Netizen ramai menuangkan kekesalan di media sosial. Lantaran kecewa dengan fasilitas di objek wisata yang berlokasi di Balikpapan Timur tersebut.

Baca Juga: Gerakan Sedekah Sampah Botol Plastik di RT 26 Gunung Bahagia, Tidak Lagi Buang Sembarangan

Salah satunya dialami Ida, wisatawan lokal asal Kota Minyak. Dia berkunjung untuk mengajak anak dan keponakan mengisi waktu libur sekolah, Selasa (24/6/2025). Datang bersama kerabat ingin menikmati pemandangan pantai.

Tepatnya mengincar lokasi di ujung dekat pintu keluar Pantai Manggar atau dekat sisi Jalan Dandito. Mengingat dari area ini masih bisa memandang langsung ke pantai. Sementara area lain sudah terhalang oleh dinding penahan abrasi.

Namun kenyataannya, Ida cukup kaget karena lokasi ini penuh dengan pedagang yang menyewakan terpal. Padahal kondisi saat itu masih sepi pengunjung lantaran tergolong hari kerja alias weekday.

"Hampir semua area dipasang terpal, jadi kita tidak bisa lagi pasang terpal sendiri. Ini sama saja saya harus sewa tempat atau pantai," ucapnya. Menurutnya kondisi akan berbeda jika terpal belum terpasang, siapa saja bisa menggunakan area tersebut.

Tapi banyak terpal berjajar seakan tak boleh digunakan pengunjung. Mau tidak mau pengunjung seperti harus sewa terpal untuk duduk. "Saya sempat tanya berapa tarifnya. Waktu itu diminta Rp120 ribu," imbuhnya.

Pedagang ini beralasan, biaya terpal sudah satu paket. Terdiri dari terpal alas bawah, alas atas, dan hammock. Ida bahkan sempat menawar, namun ditolak oleh pedagang tanpa ada perlawanan.

"Setelah ditolak, dia melengos saja sambil pasang wajah merengut" katanya. Ia mengakui, memang tidak semua area sudah terpasang terpal. Tapi hampir sebagian besar sudah terisi. Seperti lapak-lapak yang dikuasai berbagai pedagang.

"Saya bayar tiket masuk untuk mobil dan orang total Rp90 ribu. Sewa tikar ini bahkan lebih mahal dari tiket masuk," sebutnya. Hal ini sangat memberatkan pengunjung. Seharusnya fasilitas pantai bisa dinikmati siapa saja.

Baca Juga: Soal Proyek Perbaikan Jaringan, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan Fokuskan Kawasan Berbukit

Dia menjelaskan, area lain di Pantai Manggar sudah berbentuk seperti taman-taman karena terhalang dinding abrasi. Kemudian area paling depan dari pintu masuk sebagian sudah disewakan untuk camping.

Itu yang membuatnya mengincar area di ujung pantai. Akhirnya terpaksa kecewa karena penuh pungutan liar pedagang menyewakan terpal. Jika kondisi terus seperti ini, dia khawatir wisatawan akan kapok berkunjung ke Pantai Manggar.

Apalagi semakin banyak opsi destinasi wisata lain di Balikpapan. "Semoga segera ditindak karena menganggu kenyamanan pengunjung," tutupnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#Pantai Manggar Segara Sari #Lapak Pedagang #terpal