KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pemkot Balikpapan memilih bekerja sama dengan 13 SMP swasta untuk menambah daya tampung sekolah. Seperti diketahui, lulusan SD dan jumlah ketersediaan kursi di tingkat SMP masih jauh.
Bantuan diberikan melalui subsidi penuh bagi siswa yang bersekolah di 13 SMP swasta tersebut. Lokasinya tersebar di beberapa kecamatan, kecuali Balikpapan Timur.
Baca Juga: Pesan Tembakau Sintetis Lewat Instagram, Remaja di Balikpapan Diamankan Polisi
Yakni subsidi uang pangkal Rp1,5 juta per siswa dan SPP Rp150 ribu per bulan. Harapannya dapat mengurangi beban siswa yang tidak kebagian jatah kursi di sekolah negeri.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, cara ini salah satu bentuk sinergi antara swasta dan Pemkot Balikpapan. Bahkan dia membuka peluang kerja sama lainnya.
Dia menyebutkan, bagi sekolah swasta yang telah bekerja sama bisa mendapat bantuan dari pemerintah daerah. “Sekolah swasta yang bermitra, mudah-mudahan nanti bisa kita setarakan sarana dan prasarana dengan sekolah negeri,” ungkapnya.
Bantuan yang diberikan seperti penyediaan laptop dan sebagainya. “Jadi bersiap mendapat fasilitas melalui dana hibah. Bisa dari pemerintah kota atau minta ke provinsi,” bebernya.
Menurutnya hal ini bertujuan agar tidak ada lagi anggapan orangtua bahwa anaknya harus bersekolah di negeri. “Karena swasta juga sama, tidak kalah mutu dan layak termasuk dari sisi sarana fasilitasnya,” ungkapnya.
Dia sudah berpesan kepada kepala Disdikbud Balikpapan untuk mendata sekolah swasta yang bermitra tersebut. “Misalnya bantuan laptop sampai rencana kita dalam APBD Perubahan 2025 memasang CCTV di kelas,” sebutnya.
Namun, khusus untuk penyediaan fasilitas closed circuit television (CCTV) masih dilakukan bertahap. Mulai dari sekolah negeri terlebih dahulu.
Baca Juga: Canggih! SMP 27 Balikpapan Pakai Smartboard Buat Guru Mengajar di Kelas, Gantikan Papan Tulis Manual
Selain itu, keberadaan sekolah swasta untuk membantu berbagi beban dengan sekolah negeri di Kota Minyak. Walau setiap tahun, Pemkot Balikpapan terus berupaya menambah daya tampung siswa.
Baik dengan pembangunan unit sekolah baru (USB) atau penambahan rombongan belajar (rombel). Semua untuk memberikan hak pendidikan yang layak. “Tahun depan akan ada pembangunan dua sekolah terpadu lagi,” imbuhnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi