Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bimtek Membatik bagi Pekka dan Sapa Dorong Pelestarian Budaya dan Kemandirian Ekonomi Perempuan

Supriyono Lupus • Rabu, 23 Juli 2025 | 19:10 WIB

 

 

Antusias para peserta sebelum melaksanakan praktek membatik di Workshop Batik Shaho Balikpapan Utara.   
Antusias para peserta sebelum melaksanakan praktek membatik di Workshop Batik Shaho Balikpapan Utara.  
 

BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) terus berkomitmen dalam pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Salah satu upayanya diwujudkan melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) membatik untuk pembinaan pelaku industri rumahan, yang digelar pada 21–24 Juli 2025 di Workshop Batik Shaho, Balikpapan Utara.

Sebanyak 25 peserta yang terdiri dari anggota Pekka (Perempuan Kepala Keluarga) dan Sapa (Sahabat Perempuan dan Anak) Kota Balikpapan turut serta dalam pelatihan ini.

Mereka dibekali keterampilan teknis membatik mulai dari proses pembuatan pola, teknik pewarnaan, hingga tahapan finishing. Pelatihan ini tidak hanya menuntut ketelitian dan kesabaran tinggi, tetapi juga menekankan pentingnya kreativitas dalam menghasilkan motif batik yang unik dan bernilai seni tinggi.

Kepala DP3AKB Balikpapan, Heria Prisni, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya pelatihan ini. Ia menegaskan bahwa batik bukan hanya bagian dari warisan budaya bangsa, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai sumber penghasilan jika ditekuni secara serius.

“Batik bukan hanya warisan budaya, tetapi juga peluang ekonomi yang menjanjikan apabila ditekuni dengan serius dan kreatif,” ujarnya.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat dimanfaatkan sebagai bekal wirausaha, khususnya bagi ibu rumah tangga dan remaja perempuan. Tak hanya sebagai tambahan penghasilan, tetapi juga untuk memperkuat peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.

“Lebih dari itu, pelatihan ini juga menjadi momentum untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal dan memperkuat jati diri bangsa. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan membawa perubahan positif bagi kita semua,” ucap Heria.

Dyah Retnani pendamping Pekka Kota Balikpapan yang menjadi salah satu peserta turt senang dengan adanya pelatihan ini, baik membatik maupun pelatihan eco print.

“Hasil dari pelatihan ini kita mendapatkan income tambahan yang bisa membantu perekonomian keluarga,”ucapnya.

Selain untuk pemberdayaan perempuan yang notabene sebagai istri, mereka juga  mempunyai penghasilan sendiri dan akan meminimalkan adanya konflik keluarga seperti kekerasan dalam rumah tangga.

“Kenapa kita sama-sama punya penghasilan yang hanya menggantung kepada kepala keluarga, jadi membekali para istri untuk memperoleh mendapatkan penghasilan tambahan diluar nafkah suami juga sebagai peningkatan SDM para perempuan,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#bimtek membatik #DP3AKB Balikpapan