Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Anggota DPRD Kaltim Tagih Janji Bangun RS Balikpapan Timur, Jadi Kecamatan Skor Kenyamanan Terendah

Dina Angelina • Minggu, 3 Agustus 2025 | 11:24 WIB
Anggota DPRD Kaltim-Nurhadi Saputra
Anggota DPRD Kaltim-Nurhadi Saputra

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN–Tim Poltekba Balikpapan melakukan survei tingkat kenyamanan di Balikpapan. Hasilnya Balikpapan Timur mendapat skor terendah dibandingkan kecamatan lainnya.

Rata-rata warga mengeluhkan kondisi banjir, drainase buruk, hingga jalan rusak di wilayah timur tersebut. Sedangkan Balikpapan Utara menadi wilayah dengan tingkat kenyamanan paling tinggi.

Hal itu sangat disayangkan Anggota DPRD Kaltim Nurhadi Saputra. Menurutnya, dari hasil survei menunjukkan ketimpangam antara Balikpapan Utara dan Balikpapan Timur.

Tentu salah satu faktornya dari kondisi sarana prasarana. Seperti infrastruktur jalan sampai ketiadaan fasilitas kesehatan rumah sakit di wilayah tersebut.

"Padahal failitas yang berkaitan dengan hidup orang banyak berada di Balikpapan Timur," katanya kepada Kaltim Post. Di antaranya Waduk Teritip dan TPA Manggar.

Dia mengatakan, saat ini TPA Manggar menampung 60 ton sampah per hari. "Bayangkan seandainya dua hari aja ditutup TPA. Bingung mau kemana buang sampah se-Balikpapan ini," bebernya.

Belum lagi dengan keberadaan Pantai Manggar. Itu destinasi wisata unggulan di Kota Minyak. Bahkan masih menjadi penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar dari sektor wisata.

"Masa daerah yang menghasilkan PAD tapi penyaluran anggarannya setiap tahun tidak sesuai," ungkapnya. Nurhadi menyarankan kepada Pemkot Balikpapan agar cepat membenahi Balikpapan Timur.

"Sebenarnya diperhatikan, tapi tidak sesuai. Kalau untuk wilayah kota sudah selesai masalah pembangunannya," tuturnya. Bagaimana pun wilayah kota sudah lebih maju.

Sementara di Balikpapan Timur masih banyak kebutuhan yang sangat mendesak.

"Yang paling saya minta itu rumah sakit karena satu-satunya kecamatan yang belum ada fasilitas rumah sakit," ucapnya.

Dia mengaku sempat lega karena dijamin pembangunan rumah sakit di Balikpapan Timur dilakukan mulai tahun ini. "Tapi ternyata masih diundur lagi," sebut wakil raykat Dapil Balikpapan tersebut.

Sebagai informasi, survei dari akademisi di
melalui pendekatan partisipatif dan survei mendalam terhadap 1.256 responden dari 34 kelurahan. Studi itu menyusun Indeks Kelayakhunian (Liveability Index) yang mencerminkan tingkat kenyamanan berdasarkan delapan aspek utama.

Mulai akses terhadap kebutuhan dasar, hingga kualitas lingkungan dan pelayanan publik. Hal paling utama bagi warga adalah akses ke kebutuhan dasar.

Seperti air bersih, listrik, dan layanan kesehatan. Ini yang punya bobot paling tinggi. Skor keseluruhan yang cukup baik yakni 78,48.

Wilayah utara dengan ruang terbuka hijau mencetak skor tertinggi 91,75. Sedangkan wilayah timur berada di posisi terendah dengan skor 70,69.

Kata-kata seperti “bersih” dan “aman” mendominasi alasan betah tinggal di Balikpapan. Tapi ada dua keluhan utama, yaitu banjir dan jalan rusak, terutama di wilayah timur.

Penelitian itu juga menggunakan metode ilmiah yang kuat. Seperti Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot tiap aspek, verifikasi data melalui geotag, dan dokumentasi lapangan. (*)

Editor : Dwi Restu A
#Balikpapan Timur #rumah sakit #tagih janji