KALTIMPOST.ID, Setiap bulan, setiap orang atau keluarga pasti mengeluarkan uang untuk berbagai kebutuhan—mulai dari makan, bayar listrik, hingga cicilan rumah.
Tapi pernah nggak terpikir, dari semua pengeluaran itu, mana yang paling besar porsinya?
Kalau selama ini kamu kira makanan adalah pengeluaran terbesar, data terbaru dari Balikpapan justru memberi gambaran yang berbeda.
Ternyata, kebutuhan rumah dan fasilitas terkait menempati porsi yang lebih besar dalam pengeluaran warga Balikpapan dibandingkan makanan. Ini penjelasannya!
Rata-rata Pengeluaran Rp 2,46 Juta per Kapita, Lebih dari Setengahnya untuk Rumah
Berdasarkan data tahun 2024 pada publikasi Kota Balikpapan dalam Angka 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata pengeluaran per kapita warga Balikpapan mencapai sekitar Rp 2.460.933 per bulan.
Dari total pengeluaran tersebut, sebanyak 58,57% atau sekitar Rp 1.441.427 digunakan untuk kebutuhan non makanan.
Pengeluran per kapita menurut BPS ialah biaya yang dikeluarkan untuk konsumsi semua anggota rumah tangga selama sebulan baik yang berasal dari pembelian, pemberian maupun produksi sendiri dibagi dengan banyaknya anggota rumah tangga dalam rumah tangga tersebut.
Nah, kebanyakan dari pengeluaran ini adalah untuk perumahan dan fasilitas rumah tangga.
Pengeluaran untuk perumahan dan fasilitas rumah tangga menempati porsi terbesar, yaitu 52,91% dari total pengeluaran non makanan.
Artinya, lebih dari setengah dari pengeluaran non makanan dialokasikan untuk kebutuhan tempat tinggal, seperti cicilan rumah, sewa, listrik, air, dan pemeliharaan rumah.
Pengeluaran Makanan: Masih Signifikan, Tapi Kalah dari Rumah
Sisanya, yaitu 41,43% atau sekitar Rp 1.019.506, digunakan untuk membeli berbagai jenis makanan.
Dari dana tersebut, mayoritas (yaitu 38,99%) digunakan untuk kelompok Makanan dan Minuman.
Di urutan berikutnya ada ikan/udang/cumi/kerang dengan 9,31%, lalu Padi-padian (9,00%), Rokok (8,39%), dan Sayur-sayuran (6,80%). Sisanya digunakan untuk komoditi makanan yang lain.
Meskipun pengeluaran makanan cukup besar, jumlahnya tetap kalah jika dibandingkan dengan biaya untuk kebutuhan rumah.
Detail Pengeluaran Non-Makanan
Untuk pengeluaran non-makanan, pengeluaran terbesar setelah perumahan adalah Aneka Barang dan Jasa dengan 24,49%.
Diikuti oleh Barang Tahan Lama (8,82%), Pajak dan Asuransi (7,50%), Pakaian (3,60%), dan Keperluan Pesta dan Upacara (2,67%).
Prioritas Pengeluaran Warga
Data ini mengungkap beberapa hal menarik tentang pola konsumsi dan prioritas pengeluaran warga Balikpapan:
Kebutuhan tempat tinggal jadi prioritas utama. Biaya terkait rumah seperti cicilan, sewa, listrik, dan perawatan rumah menghabiskan dana yang cukup besar dari pendapatan bulanan warga.
Gaya hidup dan mobilitas mungkin jadi faktor. Pengeluaran besar untuk makanan dan minuman jadi menunjukkan kecenderungan masyarakat untuk mengonsumsi makanan praktis yang siap santap, mungkin karena kesibukan sehari-hari.
Biaya hidup terutama di sektor perumahan perlu mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah dan pelaku usaha, terutama dalam hal penyediaan perumahan yang terjangkau dan layanan rumah tangga yang efisien.
Melihat data pengeluaran rumah tangga di Balikpapan, jelas bahwa rumah bukan sekadar tempat tinggal, tapi sudah menjadi salah satu kebutuhan utama yang paling menyita anggaran bulanan.
Sementara makanan tetap penting, kenyataan bahwa pengeluaran rumah lebih besar dari dana makanan memberi gambaran baru soal prioritas dan gaya hidup warga Balikpapan. Kalau kamu lebih banyak pengeluaran untuk apa? ***
Editor : Dwi Puspitarini