KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Setelah kelangkaan beras beberapa waktu lalu, kini stok beras di Kota Minyak sudah mulai beredar kembali. Meski jumlahnya belum melimpah seperti kondisi normal.
Terutama untuk pasokan beras dari Sulawesi sudah bisa ditemui lagi di pasaran. Berbeda dengan pasokan beras dari Jawa yang masih sulit ditemukan. Persoalan utama karena harga gabah naik.
Baca Juga: Viral Pasha Ungu Disebut Mundur Jadi Anggota DPR Gegara Ogah Makan Uang Haram, Benarkah? Ini Faktanya
Belum lagi ongkos produksi juga semakin mahal. “Jadi saat distributor mengambil beras dari Jawa, harga beras memang sudah naik,” kata Kepala Dinas Perdagangan Haemusri Umar.
Sementara itu, masih ada tanggungan beban ongkos dan distribusi untuk sampai pengecer. Sehingga beras yang beredar di pasar atau retail itu pasti harganya sudah lebih dari harga eceran tertinggi (HET).
Tentu sebenarnya tidak boleh menjual lebih dari HET. Namun, fakta di lapangan semua harga naik atas faktor-faktor yang telah dijelaskan sebelumnya. Salah satunya jalur distribusi.
Baca Juga: Perempuan Ketuk Pintu, Tak Ada Respons Malah Ambil Jemuran, Ternyata Kepergok CCTV
Distributor mendatangkan sendiri stok beras. “Sekarang lagi didorong bagaimana pemerintah bisa intervensi agar harga beras yang beredar tetap di bawah HET,” bebernya. Pihaknya setiap hari memantau harga beras yang mengalami fluktuasi di pasaran. Dinas Perdagangan mengambil sampling harga dari beberapa lokasi.
“Ada sampling harga di Pasar Sepinggan, Pasar Klandasan, Pasar Pandansari. Nanti diambil rata-ratanya. Itu yang menjadi HET,” ujarnya.
Pantauan harga ini juga dilaporkan ke pemerintah pusat. Sehingga pusat juga tahu perkembangan HET dan kondisi di setiap daerah. (*)