SAMARINDA – Sebanyak 40 peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan II Tahun 2025 resmi dilepas oleh Plt Kepala Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Pelayanan Publik (PPSKPP) Lembaga Administrasi Negara (LAN), Dr. Rahmat, MA, pada Kamis (28/8) di Ruang Auditorium Pusjar SKPP LAN.
Dari 40 peserta, 38 orang dinyatakan lulus, 1 peserta sakit dan belum mengikuti Seminar Implementasi, sedangkan 1 orang lainnya ditunda kelulusannya. Dari 38 orang yang lulus, 11 orang mendapat predikat Sangat Memuaskan, 25 orang mendapat predikat Memuaskan, dan 2 orang mendapat predikat Baik.
Tiga peserta dengan nilai tertinggi adalah Wawan Sarwani dari BKAD Kabupaten Bulungan (Peringkat I), Muhammad Miftakhul Khoir dari Kelurahan Graha Indah Kota Balikpapan (Peringkat II), serta Eko Prasetya Budi dari Laboratorium Kesehatan Daerah Kelas A Kota Samarinda (Peringkat III).
Pesertanya terdiri dari Pemkot Samarinda, Pemkot Balikpapan, Pemkab Paser, Pemkab Kutai Barat dan Kabupaten Bulungan.
Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat, Kelurahan Graha Indah, Muhammad Miftakhul Khoir, membuat program Sigma Stunting (Sinergi Gerakan Masyarakat Cegah Stunting), yang merupakan implementasi aksi perubahan, sebagai upaya nyata dalam menekan angka stunting di wilayah Graha Indah.
“Alhamdulillah, melalui rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan II Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Pusjar SKPP LAN di Samarinda, saya mendapatkan banyak ilmu, pengalaman, dan pembelajaran berharga, khususnya dalam memimpin perubahan di lingkungan kerja," kata Miftah.
Pelatihan ini tidak hanya membentuk pola pikir baru, tetapi juga menanamkan nilai integritas, akuntabilitas, serta kemampuan membangun jejaring dan kolaborasi.
Ia turut mengucap rasa syukur yang mendalam karena berhasil meraih predikat terbaik kedua. Capaian ini bukan hanya keberhasilan pribadi, melainkan hasil kerja sama, dukungan, dan doa dari mentor, coach, fasilitator, rekan peserta, serta seluruh tim di Kelurahan Graha Indah.
Menurutnya predikat ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri dan kinerja organisasi, sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan publik terbaik kepada masyarakat.
"Semoga semangat perubahan yang lahir dari PKP ini dapat terus berlanjut, tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat melalui aksi nyata," ungkapnya.
Selain Miftah, ada 8 orang peserta dari Pemkot Balikpapan. 5 di antaranya meraih predikat Sangat Memuaskan yaitu Adi Wahyudi, Kasi Trantib dan LH Kelurahan Karang Rejo, dr. Fitri dari RSIA Sayang Ibu, Nasrudin dari Kelurahan Gunung Samarinda Baru serta Said dari Kelurahan Teritip.
Sementara Dr Rahmat dalam sambutannya, menegaskan pentingnya membangun tiga karakter utama yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam menghadapi tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks.
“Pemimpin bukan hanya soal jabatan, tapi soal karakter. ASN ke depan harus menjadi figur yang berintegritas, adaptif, dan terus-menerus memperbaiki diri,” ujarnya.
Rahmat juga berharap peserta mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan yang dipelajari ke dalam praktik kerja sehari-hari. “Jadilah pemimpin yang menggerakkan, bukan hanya memerintah. Karena perubahan besar dimulai dari tindakan kecil yang konsisten,” tegasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki