KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Sebagai kota penyangga IKN, Balikpapan optimistis menatap masa depan cerah. Proyeksi ekonomi tumbuh positif. Melihat target pendapatan asli daerah (PAD) semakin meningkat setiap tahun.
Itu yang ditawarkan Pemkot Balikpapan untuk pengusaha Kota Minyak. Dalam kegiatan sharing session terkait peluang investasi yang ada di Balikpapan. Berlokasi di Hotel Swiss-Belinn, Kamis (28/8) sore.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud berdiskusi dengan perwakilan pengusaha dari berbagai sektor. Termasuk membawa kepala OPD terkait. Kegiatan ini untuk mendengar pertanyaan dan saran dari pengusaha.
Sebagian besar pengusaha mengeluh masalah perizinan. Mulai dari izin membuka tanah negara (IMTN) hingga persetujuan bangunan gedung (PBG). Pihaknya siap melakukan perbaikan untuk memudahkan investasi.
“Nanti birokrasinya akan kami pangkas, tapi tetap tanpa menyalahi undang-undang dan peraturan,” katanya kepada Kaltim Post. Sebab tetap ada regulasi yang diatur oleh pemerintah pusat.
Sedangkan pemerintah daerah bisa mengambil kebijakan untuk mempermudah percepatan pengurusan perizinan. Dia berharap agar birokrasi perizinan tidak terlalu panjang.
Walau ini terjadi tidak hanya di Balikpapan, melainkan seluruh daerah. Maka perlu diskusi, saran dan masukan. Perbaikan ke depan bisa dirasakan langsung oleh para pengusaha. Imbasnya kembali untuk pendapatan asli daerah (PAD).
“Contoh jika banyak yang mengurus PBG tentu kita juga senang bisa menambah PAD,” sebutnya. Rencananya forum diskusi bakal digelar rutin setiap bulan dengan bertemu stakeholder terkait.
Ada pun tema pembahasan soal permasalahan kota. “Baik dari sisi ekonomi, pembangunan, sosial,” sebutnya. Ini sebagai bagian dari partisipasi publik untuk kebaikan Balikpapan.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Bappeda Litbang menjelaskan peluang investasi. Kemudian dari sisi perizinan di antaranya DPMPTSP, DPPR, Dinas Pekerjaan Umum, dan lainnya. (*)
Editor : Duito Susanto