Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Berikut Lima Titik Rencana Penanganan Banjir di DAS Ampal 2026

Dina Angelina • Minggu, 14 September 2025 | 16:05 WIB
HARAPAN: Kondisi Bendali Ampal Hulu yang mulai aktif menampung air hujan. Ini turut mengendalikan air yang keluar secara perlahan di hilir DAS Ampal.
HARAPAN: Kondisi Bendali Ampal Hulu yang mulai aktif menampung air hujan. Ini turut mengendalikan air yang keluar secara perlahan di hilir DAS Ampal.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Proses pengendalian banjir di wilayah DAS Ampal bakal berlanjut lagi tahun depan. Dinas Pekerjaan Umum (PU) sudah membuat perencanaan setidaknya ada lima titik rencana pengendalian banjir 2026.

Pertama Saluran Sekunder Balikpapan Baru. Tepatnya melanjutkan titik pekerjaan sebelumnya yang sudah rampung hingga Andy Jaya Motor. Selanjutnya pekerjaan akan dilakukan hingga Telkom.

Kedua Saluran Sekunder Inhutani mulai dari simpang traffic light Jalan Manunggal (BDS) hingga kantor Disdukcapil. Tahun depan berlanjut hingga simpang Jalan MT Haryono Dalam.

Saluran Sekunder Inhutani dan Balikpapan Baru berperan besar untuk penanganan banjir di kawasan Jalan MT Haryono hingga Gang Mufakat.

“Ketiga lanjutan perbaikan drainase di Jalan DI Panjaitan ini untuk mengatasi banjir di depan Maxi Sumber Rejo - Gunung Samarinda. Itu ada genangan dan walau lokasinya masuk utara tapi aliran air keluar di Ampal,” kata Kepala Dinas PU Balikpapan Rita.

Lalu Saluran Sekunder Strat III Hulu untuk penanganan banjir Jalan Pattimura dan perumahan sosial. “Ini arahnya masuk ke Bendali Wonorejo,” sebutnya.

Serta normalisasi swakelola karya bakti TNI DAS Ampal di area belakang Pasar Segar. “Pengembalian kapasitas saluran melalui kegiatan normalisasi di premier ampal,” tuturnya.

Pihaknya telah memetakan kebutuhan bendali di DAS Ampal yang harus terbangun untuk mengatasi banjir. Sesuai masterplan drainase 2022, setidaknya butuh 10 bendali.

Di antaranya Bendali Tersier Wonorejo 6,7 hektare, Bendali Tersier Ramayana 5,6 hektare, Bendali Strat III RPH 3,5 hektare, Bendali RSU Balikpapan 5,9 hektare, dah Bendali Sekunder Depsos Atas 34,3 hektare.

Lalu Bendali Sekunder Jalur Pipa 20 hektare, Bendala Ampal Hulu 10 hektare, kolam retensi Joko Tole Hulu 3,25 hektare, kolam retensi Sepala 11,38 hektare, dan Bendali Sekunder Guntur Damai 2,79 hektare.

"Saat ini yang sedang dalam proses baru Bendali Ampal Hulu," imbuhnya. Sementara untuk mengikuti rencana masterplan drainase kota masih membutuhkan sembilan bendali lagi. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Dinas Pekerjaan Umum #DAS Ampal #pengendalian banjir #balikpapan