KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Ada 350 personel gabungan Satuan Brimob Polda Kaltim dan tim keamanan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan diterjunkan dalam latihan simulasi pengamanan objek vital nasional (Obvitnas).
Simulasi digelar sekitar Eks Helipad Banua Patra, Balikpapan itu mencakup skenario unjuk rasa yang berujung ricuh, penyanderaan kapal, hingga penanganan ancaman bom sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan keamanan di area kilang.
"Langkah ini menjadi bagian penting dalam upaya preventif menjaga kelangsungan operasional energi nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur," terang
Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol Andy Rifai menuturkan, latihan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi strategis antara aparat keamanan negara dan sektor industri energi.
“Bukan sekadar simulasi, melainkan bukti komitmen kami untuk menjaga stabilitas keamanan di area yang sangat vital bagi negara harus dijaga dari segala bentuk ancaman,” paparnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif dan dukungan fasilitas dari PT KPI Unit Balikpapan dalam pelaksanaan latihan gabungan ini.
Sementara itu, General Manager PT KPI Unit Balikpapan, Novie Handoyo Anto menyoroti pentingnya menjaga kontinuitas distribusi energi nasional. Menurutnya, setiap gangguan terhadap kilang dapat berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan perekonomian.
“Kami menyuplai energi untuk kawasan timur Indonesia. Jika distribusi terganggu, maka perekonomian pun terancam. Karena itu, kami harus siap menghadapi segala bentuk potensi gangguan,” ungkap Anto.
Anto menambahkan bahwa simulasi ini sekaligus menjadi ajang evaluasi prosedur tanggap darurat agar semua pihak memahami peran dan tanggung jawab masing-masing. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo