BALIKPAPAN - Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud menerima audiensi Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno. Berlokasi Kantor Wali Kota Balikpapan, Jumat (19/9).
Hal yang disampaikan wali kota tentang pengelolaan sampah kepada salah satu perwakilan pemerintah pusat. Rahmad membeberkan kondisi dan upaya yang sedang berjalan dalam pengelolaan sampah.
Pihaknya ingin mengantisipasi penumpukan sampah lebih dini. Meski kondisi TPA Manggar sekarang belum dinyatakan darurat sekali.
"Tapi kami melihat kebutuhan sampai lima tahun ke depan harus perlu antisipasi," ucapnya. Dia tak ingin ketika sudah benar-benar terjadi penumpukan sampah, baru kalang kabut mencari solusi.
Melainkan jauh hari sudah dipikirkan mengatasi peningkatan volume sampah yang setiap tahun bertambah besar. Apalagi Balikpapan merupakan kota penyangga IKN.
"Saat nanti pemindahan IKN sudah mencapai 100 persen, pasti sampah akan menumpuk di Balikpapan," ucapnya. Maka ikhtiar Pemkot Balikpapan agar sampah tidak menjadi masalah di kemudian hari.
Seperti melakukan penjajakan dengan pihak swasta yang berminat investasi. "Kami terbuka kepada investor yang mau terlibat pengelolaan sampah," ujarnya.
Pihaknya akan saring setiap tawaran yang masuk membawa berbagai teknologi pengelolaan sampah. "Apa saja manfaat untuk Balikpapan dan tidak memberatkan masyarakat," bebernya.
Dia mengakui, semua tawaran investasi masih dalam kajian dan penjajakan. Termasuk memilih menggunakan teknologi yang mana sesuai dengan kondisi TPA Manggar.
Editor : Muhammad Ridhuan