KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Antrean pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi di SPBU turut mengganggu lalu lintas Kota Minyak. Tak jarang menjadi biang kemacetan.
Hasil verifikasi lapangan Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan ditemukan masih ada empat SPBU yang melayani pembelian BBM subsidi. Mereka menyarankan agar diatur waktu khusus untuk penjualan BBM subsidi.
“Kami berupaya kerja sama dengan Dinas Perdagangan supaya mengatur kapan pendistribusian BBM subsidi,” ucap Kepala Dishub Balikpapan M Fadli Pathurrahman. Apalagi SPBU ini berada di wilayah perkotaan.
Contohnya seperti yang mudah ditemukan di SPBU MT Haryono dan SPBU Gunung Guntur. Antrean membuat kendaraan lain ikut memakan badan jalan dan mengganggu kendaraan lain.
Dia berpendapat, jika diperbolehkan pembelian BBM subsidi hanya berlangsung selama pukul 21.00-23.00 Wita. “Sehingga antrean tidak mengganggu aktivitas warga,” tuturnya.
Terutama pada jam sibuk kendaraan. Fadli berharap, rencana pengaturan waktu tertentu layanan BBM subsidi bisa menjadi solusi mengatasi kemacetan.
“Ini kewenangannya Dinas Perdagangan untuk bisa berkomunikasi kepada pemilik SPBU,” tuturnya. Dishub mendorong agar ada tindak lanjut pembahasan dan mencapai kesepakatan baru.
Harapannya mendapat respons positif dari kalangan pengusaha SPBU di Balikpapan. Semua demi menjaga kenyamanan dan keamanan sesama pengguna jalan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo