KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Bappeda Litbang Balikpapan mencatat defisit air baku sudah hampir 1.000 liter per detik. Pemkot Balikpapan sempat memiliki berbagai opsi untuk menambah air baku.
Salah satunya desalinasi yang pernah disampaikan beberapa waktu lalu. Namun rencana ini terpaksa tak lagi diteruskan. Mengingat kebutuhan anggaran yang begitu besar.
“Sekarang prioritas menyelesaikan pembangunan Embung Aji Raden dan meminta pembiayaan bisa dibantu penuh oleh pemerintah pusat,” kata Kepala Bappeda Litbang Balikpapan Murni, Senin (22/9).
Sementara anggaran yang ada fokus pada pembebasan lahan yang tersisa. “Saat ini proses di provinsi untuk mendapat pelimpahan kewenangan pembebasan lahan. Penlok sebelumnya sudah masa kadaluarsa,” jelasnya.
Menurutnya dengan langkah penuntasan lahan ini bisa menjadi bargaining bagi Balikpapan. Sehingga pemerintah pusat tetap mengalokasikan anggaran pembangunan Embung Aji Raden.
“Targetnya sekitar 2027-2028, embung sudah bisa dinikmati. Ini cara paling cepat mendapat air baku,” bebernya. Nantinya Embung Aji Raden bisa menambah kapasitas 200 liter per detik.
Begitu pula rencana SPAM Sepaku Semoi yang masih dalam pembahasan. “Sepaku Semoi untuk menutupi defisit air baku eksisting sekarang 1.000 liter per detik,” tuturnya.
Meski begitu, Pemkot Balikpapan harus menyiapkan strategi tambahan air baku. Ini untuk menutupi kebutuhan dari proyeksi pertumbuhan penduduk beberapa tahun mendatang.
“Ini tantangan bagi Balikpapan,” ucapnya. Maka dari itu Pemkot Balikpapan dan Bappeda Litbang menyusun rencana program jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. (*)
Editor : Ismet Rifani