KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan masih menunggu hasil pemeriksaan sample menu makanan bergizi gratis (MBG). Itu terkait kejadian siswa SMK 3 Balikpapan yang mengalami sakit beberapa waktu lalu.
Seperti diketahui, pemeriksaan sampel MBG dilakukan BBPOM Samarinda. “Belum ada hasilnya sampai sekarang karena harus dilakukan uji mikrobiologi,” kata Kepala DKK Balikpapan Alwiati, Rabu (1/10).
Dia menjelaskan, uji mikrobiologi bisa memakan waktu sampai tiga hari. Sebab sampel harus dibiarkan dulu. Itu jika sampel yang dikirim memenuhi syarat. Mulai volume dan waktu pengambilan.
“Karena kalau sudah terlalu lama atau lewat itu tidak bisa dinyatakan valid,” ucapnya. Saat kejadian pada Kamis 25 September 2025, DKK Balikpapan bersama puskesmas langsung melakukan pengambilan sampel MBG.
Ada dua sampel yang diambil dari sekolah dan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). “Namun, untuk hasil pemeriksaan, kami harus menunggu lagi karena hasil laboratorium yang menentukan,” tuturnya.
Sebagai informasi, lima siswa SMK 3 Balikpapan sempat dilarikan ke RS Balikpapan Baru. Mereka mengonsumsi MBG lebih siang dari waktu biasanya sekitar pukul 11.00, Kamis (25/9) lalu.
Setelah ditelusuri, sebagian besar siswa memiliki penyakit maag dan asma. Ada pula yang habis beraktivitas olahraga. Sehingga saat makan dalam kondisi tidak baik.
“Sebelumnya aktivitas olahraga mungkin perut kosong dan kelelahan,” kata Kepala SMK 3 Balikpapan Sukarni Chandra usai kejadian. Seharusnya siswa bisa konsumsi makanan sekitar pukul 08.00 - 09.00 Wita.
Sementara, kala itu, kebetulan pengantaran MBG tahap kedua agak telat tidak seperti biasanya. Sebab, ada tambahan lauk yang ternyata kurang. Makanan baru datang sekitar pukul 10.00 Wita.
Siswa baru mulai menyantap makanan sekitar pukul 11.00 Wita. Kemungkinan karena mag sudah kambuh dan kelelahan. “Hasil penelitian juga masih menunggu kabar dari Dinas Kesehatan juga belum terbit,” ucapnya.
Empat dari lima siswa yang sakit merupakan siswa kelas XI Akuntansi 1. Sedangkan satu orang lagi berasal dari kelas X Akuntansi 1. Setelah mendapat pemeriksaan, hasil darah dinyatakan aman dan mereka langsung diperbolehkan pulang. (*)
Editor : Dwi Restu A