KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Dalam beberapa bulan terakhir, program makan bergizi gratis (MBG) menjadi sorotan publik.
Sejumlah daerah di Indonesia dilaporkan mengalami kasus keracunan massal yang diduga berkaitan dengan distribusi MBG.
Baca Juga: Proses Pembuatan Makan Bergizi Gratis di SPPG Diawasi Ketat Polda Kaltim, Ada Apa?
Namun, situasi berbeda terlihat di Balikpapan. Delapan bulan sejak program ini berjalan, pelaksanaannya dinilai aman dan terkendali.
Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Kesehatan (DKK) memastikan pengawasan ketat terus dilakukan di setiap tahap pelaksanaan.
Kepala DKK Balikpapan Alwiati, menegaskan bahwa masyarakat, terutama para orangtua, tidak perlu khawatir berlebihan.
"Sejak awal kami mendampingi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Mereka hanya boleh memulai produksi setelah memenuhi seluruh persyaratan," ujarnya.
Menurutnya, pengawasan tak hanya dilakukan secara administratif, tetapi juga mencakup pelatihan, pengecekan dapur, hingga kebersihan tim produksi.
“Kami sangat ketat dalam memantau. Itulah sebabnya sejauh ini tidak ada kasus keracunan seperti di daerah lain,” jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat ikut berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaan MBG agar manfaat program benar-benar dirasakan anak-anak.
"Program ini penting bagi tumbuh kembang mereka. Jadi, mari kita jaga bersama,” imbuhnya.
Sejak diluncurkan pada Februari 2025, program MBG telah menjangkau hampir 30 ribu siswa dari total 125 ribu siswa di Kota Balikpapan.
Saat ini, terdapat delapan SPPG yang aktif menyalurkan makanan bergizi setiap hari.
Pemkot menargetkan cakupan penerima meningkat hingga 50 persen dari total siswa di tahun mendatang. (*)
Editor : Ery Supriyadi