BALIKPAPAN - Komisi III DPRD Balikpapan kini menyusun kajian akademik tentang penataan kabel bawah tanah di Balikpapan. Itu menjadi landasan menciptakan Balikpapan tanpa kabel.
Wakil rakyat ingin Balikpapan tertata rapi tanpa ada pemandangan kabel berserakan. Terlebih berbagai wilayah sekarang terus tumbuh dan menjadi titik keramaian.
Sayangnya pemasangan kabel bisa terlihat menjuntai dimana-mana. Sekretaris Komisi III Ari Sanda mengatakan, kota menjadi sangat indah ketika kabel sudah tertata rapi.
Sehingga pemasangan kabel berpengaruh besar pada estetika kota. “Itu sangat bagus kalau kita ingin mengatur keindahan kota salah satunya membersihkan kabel-kabel,” ucapnya.
Pihaknya melihat beberapa daerah sudah mulai menata kabel bawah tanah. “Kami lihat Batam sudah sangat rapi terkait kabel bawah tanah,” tuturnya. Lalu wilayah Bandung sebagian seperti Dago.
Dia melihat beberapa titik yang sudah krusial seperti kawasan Jalan MT Haryono. Mengingat kini wilayah ini menjadi pusat kota. Kemudian sekitar Sepinggan sebagai pintu masuk Balikpapan.
Rencananya penataan Balikpapan tanpa kabel akan dilakukan secara bertahap. Terutama di kawasan tertentu terlebih dahulu. “Jadi wilayah yang duluan terlihat orang-orang luar,” tutupnya.
Sebagai informasi, saat ini penataan kabel bawah tanah di Balikpapan masih terbatas. Di antaranya yang sudah terlaksana kawasan Taman Bekapai dan kawasan Gunung Bahagia sudah bebas kabel.
Serta jalan masuk Stadion Batakan. Semua ini memang butuh proses. Namun targetnya Balikpapan sebagai kota bebas kabel terus dilakukan bertahap dan semakin terasa pada 2026. (*)
Editor : Sukri Sikki