KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Universitas Balikpapan (Uniba) menggelar Wisuda Semester Ganjil dan Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025. Berlokasi di BSCC Dome, Kamis (16/10).
Total 847 wisudawan resmi menyelesaikan program pendidikan dan mendapatkan gelar. Suasana gembira dan haru biru tercipta dalam momen tersebut.
Mereka berasal dari 15 program studi (prodi). Terdiri dari 12 prodi program sarjana, program sarjana terapan K3, dan pascasarjana Magister Ilmu Hukum.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono memberikan orasi ilmiah. Sementara sambutan perwakilan wisudawan yakni Aulia Rahmah dari Prodi Sastra Inggris dari Fakultas Ilmu Budaya.
Ketua Dewan Pembina Yapenti Dharma Wirawan Kaltim (DWK) Rendi Susiswo Ismail mengatakan, pihaknya bersyukur telah mampu mengantarkan wisudawan menyelesaikan pendidikan.
Terlebih prosesi wisuda dapat berlangsung dengan baik dan lancar. Dia juga menegaskan untuk pengembangan kampus ke depan.
“Kami berkomitmen menghadirkan Uniba sebagai lembaga penyelenggaraan pendidikan tinggi yang bermutu dan berkualitas. Itu harga mati,” ungkapnya.
Rendi berpesan kepada wisudawan bahwa tidak terlarut dalam euforia. Mengingat perjuangan tidak berhenti sampai di sini. Namun terus meningkatkan dan menjaga kualitas.
“Lalu harus dekat dan cinta dengan almamaternya,” tuturnya. Sehingga bisa melakukan konsolidasi dengan para alumni dan menghimpun diri dalam Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Uniba.
Nantinya dari situ ada banyak kegiatan. Baik dari aspek ilmiah maupun meningkatkan kapasitas kompetensi. “Mereka sudah dapat kompetensi tapi bisa terus ditingkatkan,” sebutnya.
Terlebih saat ini sudah dalam era revolusi industri 4.0. Maka penyelenggara pendidikan tinggi memiliki orientasi tersebut. “Itu tantangan yang sangat luar biasa dan bagaimana kesiapan untuk memasuki era 4.0,” ucapnya.
Uniba meningkatkan seluruh faktor-faktor penunjang. Secara infrastruktur dan sarana prasarana. Termasuk mengoptimalkan kehadiran Fakultas Kedokteran yang telah menerima siswa mulai tahun ini.
Tidak hanya mencetak profesi dokter. “Saya akan menjadikan Fakultas Kedokteran sebagai basic research untuk semua hal yang berkaitan dengan kedokteran dan kesehatan,” tutupnya. (*)
Editor : Ismet Rifani