BALIKPAPAN – Keseruan ratusan siswa SD Patra Dharma 1 Balikpapan, tergambar jelas saat mengikuti kegiatan outing class, kerajinan tangan di Ekowisata Bamboe Wanadesa, Kamis (16/10). Membuat kerajinan anyaman bambu, telah menjadi pelatihan yang tengah digencarkan oleh wisata yang terletak di Jalan Giri Rejo, Karang Joang, Balikpapan Utara tersebut.
Ketua Pengurus Ekowisata Bamboe Wanadesa, Murdyanto menjelaskan, pelatihan ini merupakan program terbaru yang disediakan oleh Bamboe Wanadesa. Ide yang terealisasi dengan bantuan para mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) ini, berawal dari keinginan untuk memberdayakan masyarakat sekitar.
“Ternyata setelah kami kenalkan ke sekolah-sekolah, banyak yang tertarik. Pihak sekolah ingin mengasah kemampuan seni para murid. SD Patra Dharma 1 Balikpapan, jadi sekolah pertama yang mengikuti kelas kerajinan anyam bambu di sini,” ujarnya.
Meski baru membuka untuk kelas khusus sekolah, ia menyebut bahwa program ini sendiri sudah dimulai sejak tahun lalu. Tingginya antusias sekolah pun, membuat antrean yang cukup banyak untuk kegiatan menganyam ini.
“Setelah ini, ada lima sekolah yang sudah masuk reservasi untuk kelas anyam bambu,” tambahnya.
Untuk kegiatan ini, lanjutnya, pihaknya menggunakan bahan yang didapat dari sekitar perkampungan, contohnya bambu Jawa. Sementara, bambu di kawasan wisata tidak dapat dipakai dikarenakan kebanyakan adalah bambu hias.
“Kami ambil dari perkampungan, lalu diproduksi di teman-teman anggota kelompok Bamboe Wanadesa, baru kami serahkan ke teman-teman anyaman yang terdiri dari enam orang,” jelas Murdy, sapaannya.
Ada pun produk yang dihasilkan ialah bermacam pernak-pernik atau keranjang. Misalnya, tempat untuk menyimpan pulpen, keranjang camilan ringan, hingga bakul nasi.
Tak hanya itu, produk kerajinan tangan ini, disebutnya, bahkan sudah dilirik oleh banyak UMKM di Balikpapan.
“Sudah ada juga permintaan yang masuk untuk produksi 300 pcs keranjang tempat snack dari UMKM,” ungkapnya.
Karenanya, Murdy pun menyebut bahwa kehadiran kelas menganyam bambu ini bakal dijadikan daya tarik baru Bambie Wanadesa. Tentu saja, selain gathering dan camping, kegiatan outing class yang sebelumnya hanya berkeliling dan mempelajari jenis-jenis bambu, nyatanya sudah bisa meningkat ke kerajinan bambu.
“Ke depannya, insya Allah kami akan terus kembangkan. Semoga semakin dikenal dan semakin banyak produksi yang dihasilkan,” pungkas dia.
Editor : Muhammad Ridhuan