Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Lokasi Rawan Longsor, Fondasi Bangunan yang Ambruk di Balikpapan juga Disebut Tak Kuat

M Ibrahim • Senin, 20 Oktober 2025 | 17:25 WIB
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Balikpapan Bambang Subagya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Balikpapan Bambang Subagya.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Rumah yang ambruk dan menewaskan dua penghuninya di Jalan Batu Butok, RT 60, Muara Rapak, Balikpapan Utara, masuk lokasi rawan longsor. “Dari peta bencana risiko bencana, RT 60 masuk zona rawan longsor,” ujar Lurah Muara Rapak, Bima Wibisono.

Pihaknya kerap beri imbauan warga setempat, agar berhati-hati, khususnya saat intensitas hujan meningkat. “Kawasan tersebut banyak rumah berdiri di tepi lereng, risikonya tinggi,” imbuhnya.

Sementara Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Balikpapan Bambang Subagya menguraikan, dari hasil pantauan di lokasi, selain faktor hujan beberapa saat sebelum kejadian, fondasi rumah tak kuat menahan beban.

“Hasil penelusuran tim menunjukkan bahwa kondisi struktur bangunan dan jenis tanah di lokasi kejadian berperan besar dalam robohnya rumah tersebut,” terang Bambang.

Rumah yang ambruk diketahui bertipe kolong di bagian bawah, sementara bagian atas dibangun menggunakan material semi permanen dan beton.

Ketidakseimbangan konstruksi menyebabkan fondasi tidak mampu menahan beban berat saat tanah di bawahnya mulai bergerak akibat air hujan. “Ketika air masuk ke lapisan tanah, pergeseran terjadi, dan bangunan tidak sanggup lagi menahan,” ujarnya.

Selain rumah yang roboh, satu unit rumah di bawahnya ikut terdampak dan kini dalam kondisi miring, sehingga berpotensi mengalami kerusakan lanjutan. BPBD bersama pihak kelurahan dan RT telah melakukan evakuasi warga penghuni rumah tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

BPBD juga akan melakukan kajian teknis lebih lanjut bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan terkait kekuatan struktur tanah dan sistem drainase di kawasan tersebut, mengingat lokasi berada di area perbukitan yang kerap mengalami pergeseran tanah saat musim hujan.

“Diharapkan masyarakat tinggal di kawasan perbukitan dan lereng meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tanah longsor, terutama pada musim penghujan,” imbaunya.

Sebelumnya, rumah ambruk dan empat penghuninya tertimbun, dua di antaranya meninggal, Minggu (19/10/2025) sekitar pukul 01.30 Wita.

Kurang lebih satu jam, proses evakuasi dilakukan tim SAR gabungan. Korban Antara lain Indriani Saila (18) dan Maulina (8), Sedangkan korban meninggal dunia seorang ibu dan anak keduanya yakni Lela (43) dan Amanda Putri (15). (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#meninggal #rumah ambruk #angkin kencang #rawan longsor #balikpapan