KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Upaya meningkatkan kreativitas dan kemandirian ekonomi warga terus dilakukan di Kelurahan Gunung Sari Ulu.
Di sebuah rumah produksi sederhana, semangat 37 peserta tampak menyala saat mengikuti pelatihan membatik yang digelar selama tiga hari penuh.
Di antara aroma malam dan warna-warna kain, warga serta anggota PKK setempat saling berbagi pengalaman. Pelatihan ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenal lebih dalam seni batik sebagai potensi ekonomi kreatif yang bisa dikembangkan di tingkat kelurahan.
Baca Juga: Hujan Deras di Balikpapan, Pohon Tumbang Timpa Atap Rumah Warga
Ditemui di sela kegiatan, Lurah Gunung Sari Ulu, Rendra Hermawan, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan wujud nyata dari aspirasi warga yang disampaikan dalam Musrenbang dan Rakorenbang.
“Pelatihan ini memiliki tujuan strategis. Tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga memantik kreativitas dan jiwa wirausaha warga,” ujarnya.
Menurut Rendra, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan produk-produk khas Gunung Sari Ulu yang memiliki nilai jual dan daya saing. Ia menilai, pembekalan keterampilan semacam ini merupakan investasi penting untuk penguatan ekonomi keluarga dan masyarakat.
“Tidak sekadar belajar teknik, pelatihan ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat kelurahan,” tambahnya.
Sementara itu, antusiasme peserta menjadi bukti keberhasilan pelatihan ini. Seorang peserta mengaku bangga bisa belajar langsung dari pengrajin lokal. “Awalnya sulit memegang canting, tapi sekarang mulai bisa. Semoga nanti bisa menghasilkan karya yang layak dijual,” katanya dengan penuh semangat.
Baca Juga: Warga Antusias Mengikuti Pemilihan Ketua RT di Kelurahan Sepinggan Baru
Pelatihan membatik ini menjadi langkah awal bagi warga Gunung Sari Ulu untuk memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya lokal—sebuah perpaduan antara kearifan tradisional dan peluang usaha masa kini. (*)
Editor : Ery Supriyadi