BALIKPAPAN - Perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di seluruh Kalimantan berkumpul di Kota Minyak. Bahkan ada peserta yang berasal dari Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.
Balikpapan menjadi tuan rumah peningkatan kinerja PTSP dan kinerja percepatan pelaksanaan berusaha pemerintah daerah. Kegiatan yang digelar Kementerian Investasi ini berlangsung selama 21-24 Oktober 2025.
Peserta melakukan sharing session bersama Kepala DPMPTSP Hasbullah Helmi. Sekaligus berkunjung langsung melihat aktivitas di Mal Pelayanan Publik Balikpapan, Kamis (23/10).
Sekretaris Kota Balikpapan Muhaimin membuka sharing session tersebut. Dia menyambut baik kehadiran peserta dan berharap kegiatan ini memberikan dampak optimal kepada daerah masing-masing.
Melihat Balikpapan berhasil meraih nilai investasi yang tinggi. Tahun lalu, Balikpapan mencatat nilai investasi sebesar Rp 25 triliun. Bahkan melebihi dari target Rp 22 triliun.
Menurutnya, PTSP merupakan garda terdepan dalam penyelenggaraan pelayanan publik di bidang perizinan dan nonperizinan. “PTSP bukan hanya sekadar pintu masuk bagi investasi, tetapi juga cerminan pemerintah daerah,” ujarnya.
Bagaimana dalam good governance, tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. “Peningkatan kinerja PTSP sudah menjadi keharusan,” sebutnya.
Terlebih dalam era kompetisi global dan transformasi digital. Keberhasilan suatu daerah tidak hanya diukur dari seberapa banyak investasi yang masuk.
Namun dari aspek cepat, mudah, dan transparan pelayanan pemerintah yang dirasakan masyarakat dan pelaku usaha. Balikpapan pun terus berbenah. DPMPTSP telah menghadirkan MPP sejak 2021.
“Sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan yang terintegrasi dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” ungkapnya.
Pemkot Balikpapan melalui MPP berupaya menghadirkan pelayanan yang cepat, tepat, dan tanpa berbelit-belit. Itu perlu dukungan teknologi digital dan koordinasi lintas instansi. Muhaimin menambahkan, peningkatan kinerja PTSP juga memiliki kaitan erat dengan percepatan pelaksanaan berusaha di daerah.
Dia mengapresiasi langkah Kementerian Investasi telah menghadirkan sistem online single submission (OSS). Ini merupakan langkah besar menuju integrasi layanan perizinan nasional. “Kami sadar tantangan ke depan tidak ringan. Maka digitalisasi menuntut adaptasi cepat,” tuturnya.
Seiring harapan masyarakat terhadap kualitas layanan publik semakin tinggi. Muhaimin berharap, kegiatan ini memberi dampak positif. “Baik untuk meningkatkan kapasitas kinerja hingga realisasi nilai investasi di daerah masing-masing,” tutupnya. (*)
Editor : Sukri Sikki