Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Komisi I DPRD Balikpapan Dorong Sinergi dan Penguatan Komitmen, Wujudkan Balikpapan sebagai Kota Layak Anak

Ajie Chandra • Minggu, 26 Oktober 2025 | 19:26 WIB

TAMAN LITERASI ANAK: Peluncuran Taman Literasi Anak di kawasan Bekapai yang diresmikan langsung oleh Kementerian PPPA mendapat apresiasi dari DPRD Balikpapan.
TAMAN LITERASI ANAK: Peluncuran Taman Literasi Anak di kawasan Bekapai yang diresmikan langsung oleh Kementerian PPPA mendapat apresiasi dari DPRD Balikpapan.
 

BALIKPAPAN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menegaskan pentingnya memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Kota Layak Anak (KLA). Upaya ini disebut tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat, terutama keluarga.

Anggota Komisi I DPRD Balikpapan, Iwan Wahyudi, menyampaikan bahwa Balikpapan sejauh ini telah menunjukkan langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi anak. Salah satu wujud komitmen tersebut adalah dengan disahkannya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Kota Layak Anak.

“Balikpapan telah memiliki dasar hukum yang kuat untuk membangun sistem perlindungan anak yang berkelanjutan. Ini menjadi pijakan penting dalam mewujudkan kota yang benar-benar berpihak pada tumbuh kembang anak,” ujar Iwan belum lama ini.

Ia menambahkan, berbagai program dan inovasi yang telah dijalankan juga mendapat apresiasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Salah satunya, peluncuran Taman Literasi Anak di kawasan Bekapai yang diresmikan langsung oleh Kementerian PPPA.

“Peluncuran taman literasi di Bekapai menjadi bukti nyata bahwa Balikpapan tidak hanya berbicara di tataran konsep, tetapi juga bergerak dengan aksi nyata di lapangan,” ujarnya.

Namun demikian, Iwan mengingatkan bahwa masih ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan. Ia menyoroti fenomena anak-anak yang masih berjualan di kawasan Ahmad Yani dan MT Haryono, yang dinilainya menunjukkan masih kurangnya kesadaran sebagian orang tua terhadap pentingnya perlindungan anak.

“Kesadaran sebagian orang tua perlu ditingkatkan. Anak seharusnya difasilitasi untuk belajar, bermain, dan mengembangkan potensi diri, bukan diajak bekerja di jalanan,” tegasnya.

Menurutnya, keluarga memiliki peran paling mendasar dalam membentuk karakter dan masa depan anak. Ia mengimbau agar orang tua lebih memahami hak-hak anak dan tidak menjadikan mereka bagian dari beban ekonomi keluarga.

“Kami mengimbau kepada seluruh orang tua agar tidak mengeksploitasi anak dengan menyuruh bekerja. Dunia anak adalah untuk bermain dan belajar, bukan mencari uang,” pesannya.

Selain imbauan, DPRD juga mendorong Satpol PP untuk melakukan pembinaan dan penertiban di titik-titik yang sering menjadi lokasi aktivitas anak-anak berjualan. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan kota yang lebih aman, tertib, dan layak bagi anak-anak.

“Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci dalam memperkuat komitmen menuju Balikpapan sebagai Kota Layak Anak yang sesungguhnya,” tutup Iwan. (adv/aji/rdh)

Editor : Muhammad Ridhuan
#kementerian pppa #dprd balikpapan #kota layak anak