KALTIMPOST.ID-Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran dan menjaga keselamatan warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan rutin melakukan inspeksi proteksi alat kebakaran di berbagai gedung dan fasilitas publik.
Kegiatan itu merupakan bagian dari langkah preventif pemerintah kota untuk mencegah dan mengurangi risiko kebakaran.
Sekaligus memastikan seluruh peralatan proteksi kebakaran di setiap gedung berfungsi dengan baik.
Kepala Seksi Pencegahan Bencana Nyoto Harsono mewakili kepala Pelaksana BPBD Balikpapan, menjelaskan tahun ini, pihaknya menargetkan pemeriksaan terhadap 200 objek.
Yang mencakup 121 perusahaan, 31 hotel, dan 15 fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, dan apotek.
“Hingga kini, capaian pemeriksaan sudah mencapai 84,5 persen atau 169 objek dari 200 target. Tahun sebelumnya, yaitu 2024, kami berhasil mencapai target pemeriksaan sebanyak 200 gedung,” terang Nyoto.
Beberapa lokasi yang telah diperiksa di antaranya Rumah Sakit Mirabel, RS Hermina, dan sejumlah perusahaan seperti Altrack 1978 dan PT KRN.
Untuk kategori hotel, inspeksi dilakukan di Grand Jatra Hotel, Novotel serta Hotel dan Apartemen Grand Sudirman Balikpapan.
Meski terdapat kendala dalam pengaturan jadwal akibat padatnya kegiatan BPBD, pelaksanaan pemeriksaan tetap berjalan lancar berkat kerja sama dan sikap kooperatif dari pihak-pihak terkait.
Dalam pemeriksaan tersebut, tim BPBD memastikan seluruh sistem proteksi kebakaran berfungsi optimal, mencakup fire sprinkler system, smoke detector, heat detector, push button alarm kebakaran hingga ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) maupun hydrant.
“Kami berharap seluruh badan usaha di Balikpapan memiliki alat proteksi kebakaran yang memadai dan SDM yang mampu mengoperasikannya dengan baik. Itu penting untuk mendukung keamanan dan keselamatan gedung,” tambah Nyoto.
BPBD Balikpapan menegaskan kegiatan inspeksi itu akan terus dilakukan secara rutin setiap tahun, disertai pendampingan kepada pihak-pihak terkait agar seluruh fasilitas publik dan bangunan memiliki sistem perlindungan kebakaran yang siap siaga. (pus/rd)
Editor : Romdani.