BALIKPAPAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan mulai melakukan penertiban di sepanjang kawasan tertib lalu lintas (KTL) Jalan MT Haryono pada Sabtu (25/10/2025). Namun, kini masih tahap awal sosialisasi yang berjalan 30 hari ke depan.
Fokus penertiban pada dua segmen dahulu. Yakni segmen dua dari simpang Beller-Roti Tiam dan segmen tiga dari Roti Tiam - Balikpapan Baru. Seperti diketahui, KTL Jalan MT Haryono komprehensif dalam empat segmen.
Ada segmen satu dari simpang Beruang Madu - Beller dan segmen empat Balikpapan Baru - WIKA. Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan, penertiban parkir pembohong harus dilakukan menjaga lalu lintas.
Apalagi keindahan dan estetika wajah kota salah satunya dari penertiban parkir. “Mudah-mudahan parkir ini juga bisa memberikan tambahan bagi pendapatan asli daerah (PAD) secara optimal,” katanya.
Saat ini, Pemkot Balikpapan masih melakukan kajian untuk penataan parkir di sepanjang Jalan MT Haryono. Terbuka opsi untuk mengelola parkir secara mandiri atau melibatkan pihak ketiga.
“Kalau keterbatasan lahan, kita bisa menyewa saja area yang ada untuk kantong parkir,” sebutnya. Misalnya saat ini, Dishub menyediakan kantong parkir alternatif di Citra City dan lahan kosong di samping CIMB.
Baca Juga: Menuju Akhir Tahun, BMKG Sebut Setiap Hari Bakal Ada Hujan Turun di Kaltim
kemungkinan dalam waktu dekat sudah ada kesepakatan dengan pemilik lahan untuk menjadi kantong parkir. Artinya solusi apapun akan dicari untuk mengatasi parkir pembohong yang kian meresahkan.
“Masih ada kanan kiri yang kosong bisa disewa untuk kantong parkir,” tuturnya. Terutama di kawasan Jalan MT Haryono dan Jenderal Sudirman. Ini merupakan jalan utama dan menjadi wajahan Kota Minyak .
Baca Juga: 27 Pengembang Aktif di PPU: Disperkimtan Dorong Hunian MBR Lewat Kemudahan Perizinan
Pemkot Balikpapan terus melakukan kajian mana opsi terbaik untuk menyelesaikan permasalahan parkir liar. “Kalau harus sewa lahan bukan apa-apa yang menguntungkan,” imbuhnya.
Dia mendorong setiap OPD bisa ikut berkontribusi menambah PAD. Seperti penyediaan kantong parkir yang merupakan domain Dishub. “Target utamanya tetap Balikpapan harus menjadi kota yang nyaman untuk karir,” tutupnya. (*)
Editor : Sukri Sikki